TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga bulan Desember 2011 dari 13 Bank Pembangunan Daerah (BPD) mencapai Rp 3,71 triliun atau sebesar 135% dari total target sebesar Rp 2.75 triliun dengan jumlah debitur 74.721 orang.
Keberhasilan penyaluran KUR tahun 2011 menurut Ketua Umum Asbanda, Winny Erwindia disela-sela Musyawarah Kerja Nasional ke XII Asosiasi bank Pembangunan daerah (Asbanda) periode 2008- 2012, Jumat ( 10/2/2012) di Hotel Sari Pan Pacific Jakrta, mendorong Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menetapkan 13 BPD lagi sebagai pelaksana baru KUR pada tahun 2012. Dengan demikian 26 BPD telah menjadi pelaksana KUR dengan target penyaluran sebesar Rp 5.25 triliun.
Pada kesempatan yang sama Winny mengutarakan, Kerjasama lain yang telah berhasil diraih oleh Asbanda adalah kerjasama dengan Kementerian Perumahan Rakyat yakni kerjasama dalam penyaluran Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bersubsidi yang dikenal dengan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Selain disektor perumahan,
Asbanda juga telah berhasil memfasilitasi program kredit sindikasi dibidang pembangunan infrastruktur di daerah. Sebanyak 23 BPD telah menandatangani kredit sindikasi proyek PLN untuk membangun 13 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) senilai Rp 4.732 triliun dibeberapa propinsi, antara lai NTT dan Maluku Utara.
Musyawarah Kerja Nasional yang dilaksanakan pada tanggal 10 – 11 Februari 2012 ini dibuka oleh Dirjen Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Bapak Yuswandi A. Tumenggung.
Tampil sebagai pembicara dalam kegiatan seminar antara lain Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D. Hadad Ph.D dengan topik bahasan “Kebijakan Bank Indonesia dalam Mendorong Terwujudnya BRC.” Selain itu masih banyak narasumber lainnya antara lain Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo yang akan menyampaikan bahasan “Kebijakan dan Peran Pemerintah Daerah selaku Pemegang Saham dalam Mewujudkan BPD sebagai Bank Regional Champion”.
Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Marwanto Harjowiryono, Ph.D dengan topik “Kebijakan Pertimbangan Keuangan dan Peran BPD dalam rangka Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah.” Kemudian dari pengamat ekonomi dan Sekretaris
Musyawarah Kerja Nasional yang dilaksanakan pada tanggal 10 – 11 Februari 2012 ini dibuka oleh Dirjen Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Bapak Yuswandi A. Tumenggung.Sebagaikeynote speakerdalam Mukernas adalah Gubernur Bank Indonesia, Bapak Darmin Nasution, Ph.D dengan makalahnya bertajuk “Kebijakan Bank Indonesia dalam Mewujudkan Perbankan Nasional yang Efisien Menuju Pertumbuhan yang Berkesinambungan”.
Pembicara lainnya adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Muliaman D. Hadad Ph.D dengan topik bahasan “Kebijakan Bank Indonesia dalam Mendorong Terwujudnya BRC.” Selain itu masih banyak narasumber lainnya seperti Gubernur Jawa Timur, Bapak Dr. H. Soekarwo yang akan menyampaikan bahasan “Kebijakan dan Peran Pemerintah Daerah selaku Pemegang Saham dalam Mewujudkan BPD sebagai Bank Regional Champion”. Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Marwanto Harjowiryono, Ph.D dengan topik “Kebijakan Pertimbangan Keuangan dan Peran BPD dalam rangka Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah.” Kemudian dari pengamat ekonomi dan Sekretaris Komite Ekonomi Nasional, Aviliani Msi akan berbagi terkait dengan “Kebijakan Ekonomi Nasional dalam rangka Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah.” Seminar BPD-SI ini akan dimoderasi oleh Eko B. Supriyanto.
Menurut Winny melalui ragam langkah strategis, Asbanda selama keberadaannya telah mampu membawa BPD-SI ke arah yang lebih baik. Hal ini ditandai dengan suksesnya mencanangkan BPD Regional Champion yang merupakan roadmap BPD. BRC terdiri dari tiga pilar utama, yakni Ketahanan Kelembagaan, Kemampuan untuk menjadi Agent of Development, dan Kemampuan untuk menghadirkan service excellent kepada masyarakat. Ketiga pilar utama dari BRC ini merupakan landasan utama dan strategis bagi BPD dalam menghadapi persaingan antarbank yang semakin ketat.
Dengan komitmen BPD Regional Champion ini, Asbanda telah melakukan berbagai langkah strategis mulai dari langkah untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia di BPD-SI yang dijalankan secara konsisten dengan dibentuknya Asbanda Human Resources Development Center (AHDRC) pada 2011 lalu, kemudian juga dengan menggandeng lembaga internasional Saving Bank Foundation for International Cooperation (SBFIC) dari Jerman. Kerjasama ini telah dilaksanakan dengan menghadirkan metoda pelatihan / workshop yang lebih komperehensif untuk program Kredit Usaha Mikro (KUM) pada tiga BPD sebagai Pilot Project, yakni Bank SUMUT dengan nama “Kredit Sumut Sejahtera II”, BPD DIY dengan nama “Makarti” dan Bank Kalbar dengan nama “KUM Sejahtera.”
Selain itu, rangkaian program strategis Asbanda guna menyukseskan BRC ini antara lain; Kerjasama dengan badan Kepegawaian Negara (BKN) yakni dengan memanfaatkan Kartu PNS Elektronik (KPE) sebagai kartu ATM BPD-SI yang multifungsi. Hingga tahun 2011, program KPE yang terealisasi sebanyak 1,56 juta PNS di 29 Propinsi.
Langkah strategis lain yang dilakukan Asbanda adalah dicanangkannya program “Promosi Bersama BPDNet Online” yang juga diikuti dengan pengembangan fitur BPDNet Online itu sendiri bekerjasama dengan Arthajasa. Kemudian juga penyusunan konsep dan strategi pelaksanaan “Promosi Bersama” tabungan Simpeda guna menyukseskan program Undian Nasional Tabungan Simpeda serta meningkatkan DPK di masing-masing BPD.
Baca tanpa iklan