TRIBUNNEWS.COM SINGAPURA– Travira Air menandatangani kontrak perawatan pesawat B737-Series dengan PT GMF AeroAsia di Singapore Airshow 2012.
Penandatanganan perjanjian hari ini Selasa (14/2/2012) dilakukan Direktur Utama PT GMF AeroAsia Richard Budihadianto dan Rizwan Halin selaku CEO Travira Air. “Selama ini Travira tercatat sebagai customer GMF karena memiliki kontrak jangka panjang,” kata Richard Budihadianto. Perjanjian kerjasama ini berlaku hingga 3 Oktober 2013.
Travira Air merupakan maskapai yang melayani penerbangan carter untuk transportasi dengan destinasi domestik dan internasional. Dengan kantor pusat di Jakarta, Travira banyak melayani transportasi untuk perusahaan-perusahaan pertambangan minyak dan gas di Kalimantan Timur, Sumbawa, Kepulauan Riau, dan lain-lain. Travira Air telah menjalin kerjasama jangka panjang dengan ExxonMobil, West Natuna Consortium, Total, Conoco Philips, Premier Oil, Newmont, dan lain-lain. “Kerja sama dengan Travira berpeluang ditingkatkan sesuai kebutuhan,” katanya.
Sebagai maskapai carter untuk mendukung operasional perusahaan pertambangan, Travira Air mengoperasikan 25 alat transportasi penerbangan dengan beragam tipe seperti helicopter untuk Rotary Wing dan Fixed Wing seperti Cessna, Hawker, Beach Craft, dan B737-Classis. “Kerja sama dengan GMF masih untuk perawatan B-737-Series sesuai dengan kapabilitas GMF,” kata Richard Budihadianto. Kerja sama yang disepakati dengan GMF meliputi perawatan airframe, engine, component, dan engineering services.
Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan GMF AeroAsia karena pekerjaan yang dilakukan mencakup komponen, mesin, engineering services. Bagi Travira Air, kerjasama ini dapat meningkatkan kesiapan armadanya untuk melayani customer. Perjanjian ini memberi yang lebih leluasa kepada Travira Air untuk menentukan jadwal perawatan pesawatnya di GMF AeroAsia.
Sebelum menjalin kerjasama jangka panjang, pesawat B737 milik Travira Air pernah menjalani perawatan C-Check dan perbaikan komponen di GMF pada tahun 2008. Dengan adanya kontrak, Travira Air semakin mudah mendapatkan pelayanan perawatan pesawatnya baik yang terjadwal maupun yang tidak terjadwal. “Travira Air mendapat jaminan perawatan dapat dijalankan karena sudah ada kontrak,” katanya. Kontrak ini membuat Travira menjadi salah satu Hi-Lite Customer GMF dengan pelayanan sesuai kesepakatan.
Kepercayaan dari maskapai domestil ini diharapkan memperkokoh posisi GMF AeoAsia sebagai market leader dalam bisnis perawatan pesawat di Indonesia. Sebagai perusahaan MRO terbesar di Indonesia, GMF masih menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar perawatan nasional. Posisi sebagai market leader ini sangat penting bagi GMF dalam usaha mengembangkan bisnis untuk meluaskan jangkauan pasar sesuai misi GMF menjadi world class company of customer choice.
Untuk menembus pasar internasional, GMF AeroAsia telah memiliki sertifikasi dari FAA (Amerika Serikat) dan EASA (EASA) sebagai barometer perawatan pesawat global. Produk dan layanan yang dihasilkan GMF AeroAsia telah menembus ke lebih dari 45 negara di lima benua dengan beragam perawatan untuk berbagai jenis pesawat. Bahkan untuk perawatan pesawat B747 dan engine Roll Royce 183 Spey 555, GMF telah menjadi pemain dominan di tingkat pasar global, yang ditandai dengan global market share yang cukup signifikan.
Baca tanpa iklan