TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Data dari Indonesian Petroleum Association (IPA), cadangan minyak dan gas di Indonesia hanya tinggal seperempat dari yang ada atau sekitar 10 miliar barel.
Presiden IPA, Elizabeth Proust menyayangkan hal itu sebab Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang cukup untuk mendapatkan energi migas.
"Saat ini lebih dari tiga per empat cadangan yang ada telah diproduksi," ujar Elizabeth Proust di acara "The 36th IPA Convention and Exhibiton", Rabu (23/5/2012).
Dalam penjelasannya, Elisabeth mengatakan cadangan migas Indonesia yang tersisa saat ini sekitar 10 miliar barel. Sedangkan produksi minyak yang dilakukan BP Migas belum mencapai target yakni 930.000 barrel per hari.
Dengan produksi minyak Indonesia yang terus menurun, Elisabeth menggambarkan daerah produksi minyak harus dieksplorasi untuk yang baru. Mengingat penurunan produksi minyak dari 1,3 juta barel per hari di 2001 menjadi 900.000 barel per hari pada 2011.
"Lapangan minyak Indonesia yang telah tua serta kurang pengembangan lapangan baru," papar Elisabeth.
Baca juga:
- Ekspor Salak Yogya Capai 3 Ton Seminggu
- Rendang Kemasan Raup Omzet Rp 150 Juta Per Bulan
- AirAsia Hentikan Penerbangan KL-Solo
- Indosat Raih The Best Contact Center Indonesia 2012
Baca tanpa iklan