TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Data yang didapatkan dari Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) produksi minyak Januari-April 2012, adalah 850.456 barel per hari (bph) Padahal target yang telah ditetapkan oleh BP Migas adalah 930.000 bph.
Menurut Kepala BP Migas R. Priyono menjelaskan turunnya produksi minyak karena permasalahan tahun lalu. Karena banyak permasalahn di tahun 2011, imbasnya baru dirasakan saat produksi minyak sekarang.
"Ini karena akibat berbagai masalah tahun lalu," kata R. Priyono dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/5/2012).
R Priyono mengambil contoh kasus Chevron Pasific Indonesia (CPI) dimana pipa pecah TGI pada Oktober 2010 sehingga pasokan gas terhenti, injeksi uap terhenti sehingga reservoir dingin dan membeku.
"Dari Chevron Pasific Indonesia kita kehilangan produksi minyak 20.000 bph pada 2011, bahkan pada 2010 kehilangan 45.000 bph," pungkas R. Priyono.
- DPR: Penyatuan Lembaga di Hulu dan Hilir Migas "Keblinger"
- Kalah Tender, BPH Migas dan Gas Diminta Balik ke Pertamina
- Kajian IPO Anak Pertamina Diitargetkan Rampung Juni
- Kapal Minyak Untuk Pertamina Dibajak di Somalia
- Pertamina DEX Baru Tersedia di 2 SPBU Bandar Lampung
- Pertamina DEX Segera Dikampanyekan
Baca tanpa iklan