News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Cheetam Investasi Pabrik Garam di NTT US$ 20 Juta

Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Hermanus Nggeon, warga Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, sementara menjual garam tradisional di tepi Jalan Timor Raya, Oebelo.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Cheetam Garam Indonesia mencanangkan investasi senilai US$ 20 juta untuk mendirikan pabrik garam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pabrik garam tersebut akan dibangun di lahan seluas 1.050 hektare (ha).

"Kami menargetkan pembangunan dilakukan pada tahun ini," kata Arthur Tanudjaja, Presiden Direktur Cheetam Indonesia baru-baru ini.

Sebelumnya, Cheetam Indonesia kesulitan memenuhi kebutuhan lahan. Pasalnya, sekitar 770 hektare (ha) belum menemui penyelesaian, karena merupakan lahan ulayat yang dilindungi.

Arthur bilang telah mendapatkan komitmen dari pemerintah daerah setempat untuk penyelesaian status lahan itu.

Bahkan, Cheetam telah mendapatkan pengesahan lahan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sehingga tinggal menunggu pengesahan dari pemerintah setempat. "Kami tinggal menunggu pengesahan izin," jelasnya.

Nantinya, Cheetam menargetkan dapat memproduksi garam sebesar 190.000 ton per tahun. Namun selain dari pasokan garam inti, dia bilang pasokan garam plasma tetap akan menjadi salah satu andalan perusahaan.

Arthur bilang, pasokan dari petani garam plasma ditargetkan sebesar 60.000 ton tiap tahun. Sehingga, nantinya Cheetam bisa memproduksi total 250.000 ton garam per tahun.

Selama ini, Cheetam menjadi pengimpor garam untuk memenuhi permintaan di dalam negeri. Sepanjang tahun 2011 lalu, PT Cheetam mengimpor sekitar 70.000 ton garam.  (*)

BACA JUGA:


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini