News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Oktober Tarif KRL Jabodetabek Naik

Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KRL ekonomi tujuan Bogor dipenuhi penumpang yang duduk di atap dan bergelantungan di samping gerbong pada jam pulang kerja. Kurangnya armada KRL yang layak dan perilaku penumpang yang tak disiplin membuat faktor keselamatan sering kali diabaikan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagi Anda pengguna kereta api listrik (KRL) atau Commuter Line di Jabodetabek harus bersiap merogoh kocek lebih besar. Pasalnya, PT Kereta Api Indonesia melalui anak usahanya, PT KAI Commuter Jabodetabek menetapkan tarif Commuter Line di Jabodetabek akan naik mulai 1 Oktober mendatang.

Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional (Daops) Mateta R. dalam siaran pers, Senin (2/7) menyebut, nantinya akan ada tambahan harga tiket sebesar Rp 2000 untuk semua tujuan. Dia bilang, penetapan penyesuaian tarif demi meningkatkan kualitas, juga untuk pemeliharaan prasarana KRL di Jabodetabek.

Adapun Tarif KRL Commuter Line yang akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2012 adalah sebagai berikut:

1. Rp 9.000 untuk Relasi Bogor – Jakarta/Jatinegara
2. RP 8.000 untuk Relasi Depok – Bogor
3. Rp 8.000 untuk Relasi Depok – Jakarta/Jatinegara
4. Rp 8.500 untuk Relasi Bekasi – Jakarta/Stasiun Transit
5. Rp 8.000 untuk Relasi Parung Panjang/Serpong – Tanah Abang/Stasiun Transit
6. Rp 7.500 untuk Relasi Tangerang – Duri/Stasiun Transit

Kenaikan tarif ini berlaku juga untuk arah sebaliknya. "Hal ini sesuai Surat Keputusan Direksi PT KAI Commuter Jabodetabek nomor 004/KCJ/DIR-OPS/V/2012 tentang Penetapan Tarif Commuter Line Tahun 2012, maka ditetapkan kenaikan mulai 1 Oktober 2012," imbuh Mateta. (*)

BACA JUGA:


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini