News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Obama Nilai India Belum Aman untuk Investor Asing

Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Obama mengeluarkan pernyataan saat konferensi pers di acara Summit of the Americas, Cartagena, Kolombia, Senin (16/4/2012).

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menilai India masih terlalu berisiko tinggi bagi penanaman modal. Pernyataan Obama ini mengutip pesan yang disampaikan oleh pengusaha Amerika Serikat.

"Dalam berbagai sektor, seperti ritel, India membatasi atau melarang investasi asing yang diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja di kedua negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi India," kata Obama dikutip dari The Economic Times of India, Minggu (15/7).

India telah menghadapi bulan kemacetan politik. Perusahaan multinasional telah menunggu untuk mengakhiri kelumpuhan kebijakan pada sejumlah bidang.

Triliuner lokal yang juga CEO ArcelorMittal, Lakshmi Mittal (MT) menyalahkan pemerintah karena melarang pihaknya membangun pabrik baja baru. Dia menyalahkan sikap pemerintah yang berdalih atas hak tanah bagi warga miskin dan isu lingkungan. Pemerintah federal India malah menyalahkan beberapa negara bagian tertentu yang menjadi lokasi pembangunan pabrik baja tersebut.

Contoh lain dari hambatan kebijakan pemerintah India yakni perusahaan asing tidak boleh memiliki multi brand ritel kendati larangan tersebut akan segera dicabut. Perusahaan seperti Walmart telah lama mencoba untuk memasuki pasar India namun undang-undang itu belum juga disahkan.

Obama mencatat, perekonomian India akan terus tumbuh pada angka yang mengesankan. Dia mengatakan pertumbuhan negara ekonomi ketiga terbesar Asia adalah refleksi dari krisis Eropa dan pemulihan yang lambat di Amerika Serikat. (*)

BACA JUGA:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini