TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proyek kerja sama pemerintah-swasta (KPS) dalam pembangunan rel kereta api (KA) rute Stasiun Manggarai-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), masih banyak mengalami kendala.
Sebagai mitra pemerintah dalam mengembangkan KPS KA bandara, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mengaku masih banyak kesulitan untuk mewujudkan mega proyek tersebut.
Direktur Utama PT SMI Emmma Sri Martini menjelaskan, kesulitan pertama yang dihadapi saat ini adalah pembebasan lahan. Sebab, rel kereta api menuju Bandara Soekarno-Hatta berjarak 30 kilometer, sehingga membutuhkan pembebasan lahan untuk kawasan yang dilewatinya.
"PR pertama kami adalah pembebasan lahan, sebelum masuk ke masalah investor," ujar Emma di Kantor SMI, Senin (30/7/2012).
Setelah masalah pembebasan lahan kelar, PT SMI bersama pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, akan meninjau studi kelayakan alias feasibility study (FS).
"Kami akan lanjut ke pra FS, nanti dilihat perlu dukungan fiskal berapa," imbuh Emma.
Menurut Emma, meski kinerja SMI dengan pemerintah berjalan cepat, belum tentu rel kereta api cepat dibangun, mengingat belum adanya investor dari pihak swasta.
"Insya Allah baru bisa tercapai 2014, baru dibangun. Itu juga paling cepat ya," jelas Emma. (*)
BACA JUGA
Baca tanpa iklan