TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Andi Wibisono, Direktur PT Daya Dimensi, perusahaan reseller layanan cloud dari SAP di Indonesia mengatakan, tren pemanfaatan layanan cloud computing di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Sejak terjun di bisnis ini tiga tahun lalu, tren pelanggan Daya Dimensi atas layanan ini terus meningkat. "Total pelanggan perusahaan lokal kami sekarang ada 14 perusahaan. Satu di antaranya, Bank Mandiri Tbk," kata Andi.
Andi menjelaskan, bisnis cloud perusahaannya yang menjadi partner eksklusif SAP di Indonesia kini fokus pada people (human capital management).
"Bisnis cloud, dilihat dari tipikal orang Indonesia yang sangat menyukai gadget dan gemar membuka smartphone nyaris tiap lima menit sekali, sangat cocok dikembangkan di Indonesia. Dipadu dengan karakter mobilitasnya, cloud membantu untuk mengakses data kita kapan saja dan di mana saja," ujar Andi.
Singgih Wandojo, Managing Director PT SAP Indonesia, menyatakan, belum memiliki data valid seberapa besar size bisnis cloud di Indonesia saat ini lantaran bisnis ini masih relatif baru dan belum ada perusahaan yang merisetnya.
"Tapi saya prediksi layanan ini akan berkembang dengan sangat cepat. Yang jelas, banyak sekali perusahaan di Indonesia yang menawarkan layanan cloud ini seperti dilakukan PT Telkom Tbk," papar Andi.
Andi menambahkan, untuk memberikan servis ke klien, pihaknya tak membatasi size perusahaan yang ingin menjadi pelanggan layanan cloud.
"Perusahaan dengan karyawan dua orang sudah bisa gunakan layanan cloud karena pada dasarnya setiap orang menggunakan email. Layanan cloud kita sediakan secara berlangganan yang diperbarui setiap tahun sekali. Dari total pelanggan kami, 100 persen dari mereka menyatakan puas dan melanjutkan langganannya. Kita klien terbesar adalah Bank Mandiri dengan 2000 cabang dari sabang sampai Merauke dengan 26.000 karyawan," beber Andi.
Sementara, pelanggan perusahaan multinasionalnya antara lain adalah
Deustche Bank dan HSBC. Enaknya menggunakan layanan cloud, imbuh Andi, begitu sistem dinyalakan, sudah bisa langsung dijalankan.
Satu-satunya tantangan dalam memasarkan layanan cloud di Indonesia adalah pada pemahaman klien atau user sendiri, sejauh mana dia sudah memiliki standard operating prochedure yang baku.
Kami bersama SAP menggaransi aspek keamanan datanya. Andi menambahkan, untuk klien yang memperpanjang lisensi cloud-nya pihaknya tidak memberikan insentif khusus.
Singgih menambahkan, konci sukses mengelola bisnis cloud di Indonesia terletak pada aspek keamanan data. "Kalau kita bisa menjaga dan menggaransi keamanan data yang mereka simpan di cloud, pelangggan akan percaya dan bersedia memanfaatkan layanan cloud kita," beber Singgih. (*)
BACA JUGA:
Baca tanpa iklan