News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pro Car Targetkan Raih Pembiayaan Sebesar Rp 1,5 Trilliun

Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jakarta Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pro Car International Finance, perusahaan pembiayaan untuk kendaraan bekas (used car) kendaraan niaga, menargetkan raih pembiayaan sebesar Rp 1,5 trilliun pada akhir tahun ini.

Gusti Wira Susanto, Direktur Utama PT Pro Car International Finance, mengatakan, target ini meningkat sebanyak 20 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Target laba bersih hingga akhir tahun mencapai Rp 58 miliar atau meningkat 10 persen dibanding tahun lalu. "Dana ini meningkat meskipun uang muka terus meningkat sampai dengan akhir tahun," katanya di sela penandatanganan bantuan sindikasi Bank kepada PT Pro Car International Finance, Jakarta (30/10/2012).

Dari jumlah ini sekitar 90 persen di antaranya berada di kendaraan komersial dan angkutan kota. Sedangkan pendanaan di kendaraan baru sebesar 20 persen dan kendaraan bekas sebanyak 80 persen.

Ia optimis pendanaan ini akan tercapai karena  pembiayaan per September 2012 sudah mencapai Rp 1,1 triliun dengan total 15 ribu nasabah baru. Dari jumlah itu,  pembiayaan naik 10 persen dibanding tahun lalu.

Optimisme ini karena DP kendaraan niagas ditujukan untuk hal yang sifatnya produktif. Sehingga tidak akan berpengaruh dengan kenaikan DP."Permintaan tidak akan surut, karena sifatnya untuk produktif," katanya. 

Adapun, laba sebelum pajak (Ebitda) per September 2012 mencapai Rp 54 milliar, tumbuh 11 persen ketimbang tahun lalu. Sedangkan Non Performing Loan (NPL) stabil di kisaran 1 persen.

Pembiayaan ini akan didukung oleh Cabang Pro Car yang tersebar sebanyak 36 wilayah yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi.

Ia juga akan membuka tujuh cabang lagi tahun depan. "Akan buka juga di Ternate dan Sorong,"Untuk tahun depan ia menargetkan Pembiayaan naik 20 persen dari Rp 1,5 trilliun ke Rp 1,8 trilliun. (*)

BACA JUGA:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini