News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dugaan Korupsi PLN

Ini Alasan PLN Inefisiensi saat Dahlan Jadi Dirut

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan (kanan), melakukan konferensi pers usai dimintai keterangan oleh Badan Kehormatan DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/11/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan menjelaskan, terjadinya inefisiensi pada PLN saat masa jabatannya sebagai Direktur Utama, karena adanya pemakaian solar untuk mengisi pembangkit listrik.

Dahlan mengatakan, alasan pihaknya memutuskan memakai gas, karena mesin pembangkit dual firing (pembangkit listrik yang bisa diisi memakai BBM dan gas) rusak.

"Kebutuhan gas PLN pada delapan unit pembangkit yang berbasis dual firing (pembangkit yang bisa diisi memakai BBM dan gas) tak terpenuhi," ujar Dahlan di Komisi VII DPR, Selasa (13/11/2012).

Karena itu, Dahlan memutuskan agar seluruh pembangkit listrik yang ada harus dioperasikan menggunakan high speed diesel (HSD) atau solar. Harga solar pun lebih mahal dari HSD .

Saat menjabat sebagai Dirut PLN, Dahlan menjelaskan bahwa pihaknya hanya mendapat satu rekomendasi, tanpa disinggung mengenai inefisiensi pemakaian solar untuk pembangkit tenaga listrik.

"Rekomendasi untuk PLN hanya satu buah, yang bunyinya agar PLN mempercepat pembangunan FSRU atau CNG di Bali," ucap Dahlan. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini