News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

TDL Baru Bakal Dongkrak Inflasi 2013 di Jabar Lebih 3,86 Persen

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

TIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 persen yang mulai diberlakukan per 1 Januari 2013 bisa memicu terjadinya inflasi di Jabar. Bahkan inflasi pada 2013 bisa lebih tinggi ketimbang 2012, karena kenaikan TDL kerap memicu terjadinya kenaikan harga sejumlah kebutuhan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, Gema Purwana mengatakan, kenaikan TDL ini kemungkinan tidak akan terasa pengaruhnya di awal-awal tahun. Namun dampaknya akan terasa setelah beberapa bulan berjalan, apalagi ditambah momen Idulfitri di pertengahan 2013.

"Saya tidak tahu apakah tahun ini harga BBM (bahan bakar minyak) juga akan naik atau tidak. Tapi pada awal 2012 juga ketika ada isu harga BBM akan naik dan pada akhirnya ternyata tidak ada kenaikan, harga-harga sejumlah kebutuhan tetap naik dan inflasi Jabar pada 2012 pun lebih tinggi dari 2011," kata Gema dalam jumpa pers di Kantor BPS Jabar, Rabu (2/1/2012).

Menurut Gema, akhir 2012 saja harga beras cenderung mengalami kenaikan di Jabar. Kenaikan diprediksi akan terus berlanjut sampai beberapa bulan ke depan, mengingat belum masuknya musim panen di daerah Jabar. Selain itu, pada 2013 juga ada kenaikan upah buruh, di mana bagi pengusaha dianggap memberatkan. Apabila pengusaha bangkrut, tentu berpengaruh terhadap perekonomian. "Tapi mudah-mudahan ada tindak nyata dari Tim Pengendali Inflasi," ujar Gema.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar, Anggoro Dwitjahyono mengatakan, jika merujuk pada 2012, ketika ada isu kenaikan harga BBM, saat itu terjadi inflasi lebih tinggi dari 2011. "Inflasi 2011 itu sebesar 3,10 persen, dan 2012 sebesar 3,86 persen. Tentu dengan adanya kenaikan TDL, inflasi 2013 akan di atas 3,86 persen," kata Anggoro.

Kenaikan TDL ini, kata Anggoro akan berdampak pada kenaikan harga bahan baku produksi. "Pengusaha harus menutupi kenaikan TDL, ya caranya dengan menaikkan harga jual. Ujung-ujungnya harga kebutuhan akan terpengaruh," ujarnya.

Sementara pada Desember 2012, Jabar mengalami inflasi sebesar 0,34 persen. Angka tersebut mengantarkan inflasi sepanjang 2012 di Jabar mencapai 3,86 persen. Semua kelompok pengeluaran mengalami inflasi, kecuali kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Kelompok tersebut justru deflasi sebesar 0,05 persen.

Sepanjang Desember 2012, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga signifikan sehingga mendorong inflasi di Jabar. Komoditas tersebut antara lain daging ayam ras (0,08 persen), telur ayam ras (0,06 persen), nasi (0,04 persen), bayam, daging sapi dan beras masing-masing 0,03 persen. "Daging ayam ras ini kenaikannya luar biasa sepanjang Desember 2012, makanya
mendorong inflasi," kata Gema. (Tribun Jabar/Ida Romlah)

Inflasi 7 Kota di Jabar Desember 2012
Kota        Persen
Bekasi     0,52
Depok     0,40
Cirebon     0,24
Tasikmalaya     0,22
Sukabumi     0,20
Bandung     0,19
Bogor         0,16
sumber: BPS Jabar

Baca juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini