News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pusat Perbelanjaan Keluhkan TDL

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Rabu (2/1). Tarif listrik untuk bisnis kategori B3 seperti hotel, mal dan perkantoran menjadi salah satu yang mengalami kenaikan paling tinggi di 2013. Sepanjang 2013 kenaikan tarif listrik golongan ini mencapai 21,9 persen. Kompas/Heru Sri Kumoro (KUM) 2-1-2013

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Naiknya tarif dasar listrik (TDL) awal tahun ini mulai menyerang pusat perbelanjaan. Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) merasa kenaikan TDL menambah beban biaya operasional pengusaha.

"Belum lagi ditambah dengan upah minimum kota provinsi yang terus naik," ujar Handaka Santosa, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat APPBI, Rabu (9/1/2013).

Kenaikan TDL tidak dikenakan bagi pelanggan listrik yang menggunakan 450 Volt Ampere (VA) sampai 900 VA. Namun para pengusaha pusat perbelanjaan harus mengeluarkan lebih dari 200 kilo Volt Ampere (KVA). "Kalau sudah begini, pengusaha mau tidak mau akan membebani biaya operasional kepada konsumen. Bisa saja kami membebankan hingga 20 persen" jelas Handaka.

Kenaikan TDL juga diyakini menghambat niat pengusaha untuk mewujudkan Indonesia sebagai surga wisata belanja. Tapi dengan beban biaya operasional yang semakin tinggi, otomatis mimpi tersebut disimpan rapat-rapat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini