TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penghematan pengadaan barang dan jasa di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) selama tahun 2012 mencapai 226 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,2 triliun.
Dari jumlah itu, sebanyak 183 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,78 triliun berasal dari kontrak pengadaan dan pemanfaatan fasilitas bersama. Sisanya, sebesar 43 juta dolar AS atau Rp 420 miliar berasal dari optimalisasi inventory.
“Capaian ini 46 persen lebih tinggi dari target tahun 2012 yang sebesar 155 juta dolar,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini, Jum'at (8/3/2013).
Rudi menjelaskan, penghematan pengadaan barang dan jasa menunjukkan tren meningkat setiap tahunnya. Tahun 2010, capaian penghematan sebanyak 96,5 juta dolar AS. Tahun 2011 meningkat menjadi 155,4 juta dollar AS.
Tahun 2013 ini, SKK Migas dan kontraktor menargetkan penghematan senilai US$ 200 juta. “Hal ini bukti konkret komitmen industri hulu migas untuk lebih efektif dan efisien,” kata Rudi.
Baca juga:
- PSO Kereta Api Tidak Maksimal
- Indosat Raih 2, XL Raih 3 Penghargaan di Ajang Selular Award…
- Penghematan Perjalanan Kereta 2013 Sebesar 14.543 Menit
Baca tanpa iklan