Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi Pertamax series turut dikeluhkan pemilik usaha rumah makan padang dan warteg di Jakarta.
- Harga beberapa bahan utama untuk warteg seperti sayuran dan bumbu sudah naik harga.
- Pemerintah segera mengevaluasi harga BBM nonsubsidi yang saat ini sangat tinggi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi Pertamax series turut dikeluhkan pemilik usaha rumah makan padang dan warung tegal (warteg) di Jakarta.
Menurut mereka kenaikan harga BBM ikut mengerek harga bahan pokok.
Atun, pengelola Warteg Berkah di Jalan Baung Raya, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026) mengatakan, harga beberapa bahan utama untuk warteg-nya seperti sayuran dan bumbu sudah naik harga.
"Pengaruh, pengaruh pasti ada, kaya cabai, bawang putih," kata Atun. Atun juga mengeluhkan, pembeli yang berkurang dan perubahan pembeli yang kini lebih memilih menu dengan pilihan harga lauk yang lebih murah.
"Udah mulai berkurang yang beli. Kadang ada yang minta Rp8.000 (per porsi) tapi tetap saya layani," kata dia.
Hal senada juga diutarakan Nursamsiah, pengusaha warung makan padang yang berlokasi tidak jauh dari Warteg Berkah yang juga mengeluhkan naiknya harga bahan pokok.
Ditemui tadi pagi menjelang pukul 10.00 WIB, Nursamsiah mengatakan, lonjakan harga bahan pokok sudah terjadi jauh sebelum kenaikan harga BBM nonsubsidi.
"Udah lama ini pada naik. Ini (dengan kenaikan BBM nonsubsidi) pasti makin berpengaruh," kata Samsiah. Konsumen di warung makannya belakangan juga lebih berkurang meski dia menyediakan menu hemat Rp13.000.
Baca juga: Siasati Mahalnya Pertamax, Pemilik Kendaraan di Bandung dan Bojonegoro Pindah ke Pertalite
"Ini udah ada menu Rp13.000 tapi pembeli udah jarang juga, biasanya jam segini sudah ramai yang beli. Udah dari sebulanan ini, setelah harga apa tuh, plastik naik, pokoknya yang beli udah mulai turun," kata dia
Dia berharap pemerintah bisa turun tangan dan segera mengevaluasi harga BBM nonsubsidi yang saat ini sangat tinggi. Dia khawatir ini akan kembali mengerek harga bahan pokok.
"Diperhatiin lah itu harga, diturunin lagi, kasihan rakyat kecil," kata Samsiah.
Baca juga: Antrean di Sejumlah SPBU Daerah Usai Harga Pertamax Naik, Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite
Sejak Rabu lalu PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi untuk produk Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamax Green.
Harga Pertamax (RON 92) naik jadi Rp16.250 dari sebelumnya Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.
Baca tanpa iklan