TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Pembangunan Terminal 3 (T3 Ultimate) Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan dimulai besok, Selasa (19/3/2013).
"Menurut survei Airport Council International 2012, Bandara Internasional Soekarno Hatta merupakan bandara tersibuk ke-12 di dunia. Fenomena ini menjadikan kami ingin meningkatkan kualitas, keamanan, dan kenyamanan kepada para penumpang," ujar Tri S Sunoko, Direktur Utama PT Angkasa Pura II kepada wartawan termasuk Tribunnews.com, Senin (18/3/2013).
Kondisi sebelum pengembangan, Terminal 3 memiliki luas area 34 ribu meter persegi, yang menampung empat juta penumpang per tahun, dan akan diperluas menjadi 354 ribu meter persegi.
Lahan parkir juga diperluas menjadi 88 ribu meter persegi, dan VIP menjadi tujuh ribu meter persegi, sehingga bisa menampung 25 juta penumpang.
Lingkup pekerjaan T3 Ultimate antara lain bangunan T3 Ultimate, yaitu pekerjaan struktur, arsitektur, interior furniture, mekanikal elektrikal, landscape, elektronika bandara, dan peralatan khusus.
Bangunan VVIP meliputi struktur, arsitektur, fasade, interior, MEP, dan parkir kendaraan. Gedung parkir meliputi struktur, arsitektur, dan MEP.
Ada pula pembangunan utilitas dan bangunan penunjang seperti struktur, arsitektur, dan MEP, jalan dan flyover, serta penataan dan penyusunan pier 1.
Menurut Tri, T3 Ultimate menawarkan berbagai fasilitas terbaru, untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara, seperti BHS (Baggage Handling System), enam Elegan Island Counter Check In (common use and centralized check in counter), keseragaman design tenant yang terintegrasi, pembuatan furniture dengan nuansa khas Indonesia, dan koridor bernuansa aqua scape.
Sehingga, pengguna jasa bandara dapat berjalan kaki dengan menikmati suasana hijau dan wahana pameran ikan di Indonesia, sebagai interpretasi terhadap negara kelautan.
"Semoga pembangunan T3 Ultimate berjalan lancar, sesuai biaya, waktu, dan spesifikasi," harap Tri.
Pembangunan T3 Ultimate akan menghabiskan biaya Rp 4,725 triliun, dan akan memakan waktu 850 hari, terhitung sejak tanggal perintah mulai kerja diterbitkan (ditandatangani).
Pekerjaan akan dilakukan konsorsium Kawahapejaya Indonesia, yang merupakan gabungan dari beberapa perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan desain, yaitu PT Wijaya Karya, PT Waskita Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Jaya Teknik, PT Indulexco, PT GMDI, PT Atelier 6 Arsitek, Woodhead, Aecum, dan Hyundai.
Pendanaan proyek berasal dari internal dan pinjaman perbankan (BRI, Bank Mandiri, dan BNI). Untuk internal perusahaan, PT Wijaya Karya menyumbang 27 persen, PT Waskita Karya 33 persen, Hyundai 15 persen, PT Pembangunan Perumahan 8,5 persen, PT Jaya Teknik lima persen, dan PT Indulexco sebesar 3,5 persen. (*)
Baca tanpa iklan