News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hatta: Subsidi BBM Rp 300 Triliun Tidak Sehat

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Coco, Jakarta Selatan, Rabu (27/3/2013). Pemerintah berencana menaikkan harga BBM bersubsidi karena diperkirakan konsumsi pada 2013 akan naik dibanding tahun 2012, dari 45 juta kl membengkak menjadi sebesar 49 juta kl. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan APBN negara sudah tidak sesuai porsi pembangunan jangka panjang. Hal ini dilihat dari anggaran untuk subsidi BBM yang membengkak hingga Rp 300 triliun.

Menurut Hatta, anggaran subsidi sebesar itu bisa dialokasikan untuk beberapa sektor seperti menurunkan kemiskinan dan mendorong turunnya angka fiskal negara.

"Kalau subsidi sudah Rp 300 triliun itu tidak sehat, harus dikurangi agar ruang fiskal untuk atasi kemiskinan dan dorong kesejahteraan akan semakin banyak," ujar Hatta Rajasa, Kamis (4/4/2013).

Saat ini pemerintah sedang giat menjalankan pengendalian konsumsi BBM. Namun menurut Hatta kegiatan pembatasan tersebut tidak efektif kalau masyarakat belum sadar pentingnya migrasi pemakaian BBM.

"Pembatasan cuma bisa 1 juta kiloliter Itu nggak efektif," jelas Hatta.

Seperti diberitakan sebelumnya, awalnya pemerintah menganggarkan Rp 274,7 triliun pada 2013 untuk BBM bersubsidi. Namun gempuran industri otomotif ditunjang sarana angkutan umum yang buruk, makin menambah beban belanja BBM bersubsidi itu.

Sementara itu, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan opsi untuk mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi akan segera diputuskan oleh pemerintah, setelah hasil rapat koordinasi dilaporkan kepada presiden dalam rapat kabinet.

"Saya berharap kalau bisa dalam bulan (April) ini, itu bagus. Tapi jangan terburu-buru, agar tidak keliru," ujarnya. Dalam APBN 2013, memberikan pagu belanja subsidi energi sebesar Rp 274,7 triliun dengan rincian subsidi BBM Rp 193,8 triliun dan subsidi listrik Rp80,9 triliun, dengan kuota volume sebesar 46 juta kiloliter.

Data BPH Migas, hingga akhir Februari 2013, konsumsi premium telah mencapai 4,58 juta kiloliter, minyak tanah mencapai 184.716 kiloliter dan solar 2,44 juta kiloliter.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini