TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anak muda didorong untuk tidak meninggalkan dunia pertanian karena pilihan karier. Sebaliknya, mereka diajak melihat pertanian sebagai masa depan karena seiring dengan adopsi teknologi, pertanian modern memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.
"Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga pertanian berarti menjaga masa depan bangsa. Kami berharap generasi Indonesia saat ini dan mendatang semakin melihat pertanian sebagai sektor yang penting, modern, dan memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan," ungkap Wilson Wijaya Selamat, Direktur Gama Agro Sejati, perusahaan distribusi pertanian di Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026.
“Kami berharap semakin banyak generasi muda yang peduli dan terlibat dalam sektor pertanian. Pertanian bukan sektor yang tertinggal, melainkan sektor strategis yang membutuhkan inovasi, kolaborasi, dan komitmen jangka panjang,” tambah Wilson di sela peluncuran kampanye “Menyemai Keberlanjutan untuk Pertanian Indonesia” di perayaan 18 tahun Gama Agro.
Baca juga: RI-Tanzania Perkuat Kerjasama Pertanian Lewat Pelepasan Sumber Daya Genetik Sawit
Wilson mengatakan, sebagai bentuk dukungan pada pengembangan sektor pertanian, ke depan menargetkan penguatan peran perusahaan melalui pengembangan jaringan distribusi produk pertanian.
Upaya lainnya adalah memperkuat kualitas pendampingan kepada petani mitra melalui keterlibatan petugas lapangan lebih dalam lagi serta penguatan kolaborasi dengan mitra strategis.
Sebagai bentuk terobosan dalam mengampanyekan pertanian berkelanjutan, pihaknya akan memperkuat pendekatan langsung di lapangan melalui peran petugas lapangan.
Mereka tidak hanya berperan dalam memperkenalkan produk, tetapi juga mendampingi petani hingga ke pelosok daerah dalam memahami penggunaannya secara tepat, efektif dan bertanggung jawab.
Wilson menjelaskan, kampanye “Menyemai Keberlanjutan untuk Pertanian Indonesia” dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa sektor pertanian memiliki peran penting bagi masa depan pangan bangsa.
"Di tengah tantangan perubahan iklim, meningkatnya kebutuhan pangan, serta pentingnya menjaga produktivitas lahan, kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai gerakan yang perlu didorong bersama oleh perusahaan, petani, mitra, dan generasi muda," ujar Wilson.
Dia menegaskan, mendukung petani bukan hanya tentang menghadirkan produk pertanian, tetapi juga tentang membangun masa depan pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Melalui campaign ini, kami ingin mengajak lebih banyak pihak untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan sektor pertanian Indonesia,” imbuhnya.
Berdasarkan data, pemerintah terus mendorong regenerasi petani melalui berbagai upaya untuk mendorong lahirnya petani muda di Indonesia.
Salah satu yang dijalankan adalah program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.
Program ini dimulai sejak 2019 untuk mendukung regenerasi petani melalui penciptaan petani muda dan wirausahawan muda di pedesaan Indonesia bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Program ini dijalankan untuk menghasilkan wirausahawan muda pedesaan serta menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian.
Program ini diklaim telah menjangkau lebih 300 ribu pemuda di 19 kabupaten di empat provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan, termasuk perempuan, disabilitas, hingga masyarakat adat.
Baca tanpa iklan