News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengurangan Subsidi BBM

Hiswana Migas Tetap Dukung Dua Harga Premium

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas mengisi BBM subsidi jenis premium di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2013). PT Pertamina melakukan persiapan terhadap kemungkinan diberlakukannya kebijakan subsidi dua harga oleh pemerintah. Langkah-langkah yang dilakukan Pertamina adalah pengelompokan SPBU, penyiapan identitas SPBU, sosialisasi, koordinasi dengan stakeholder terkait, dan pembentukan posko satgas. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Himpuanan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) tetap mendukung penuh kinerja pemerintah membagi dua harga premium. Hiswana Migas menegaskan tak pernah mundur dari tugas yang diberikan pemerintah.

Ketua Hiswana Migas Eri Purnomohadi menjelaskan, beberapa hari lalu ada oknum yang mengaku anggota Hiswana Migas keberatan dengan opsi membagi dua harga premium. Eri membantah pihaknya tidak setuju melaksanakan opsi pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan dua harga.

"Hiswana migas mendukung sepenuhnya kebijakan pengurangan subsidi bagi yang mampu," ujar Eri, Minggu (28/4/2013).

Eri menjelaskan oknum yang bernama Syarief Hidayat sudah dikeluarkan dari Hiswana Migas. Pasalnya Syarief melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga (AD/ART) dan rapat keputusan Hiswana Migas. Selain itu penyataan tidak setuju tersebut merupakan pernyataan palsu.

"Jadi itu oknum Hiswana migas yang mengatasnamakan, itu palsu, jadi nggak usah diperdebatkan lagi, yang jelas kita satu suara, kita organisasi satu profesi, tapi ada yang berbeda silahkan," jelas Eri.

Eri menjelaskan pihaknya tetap mendukung rencana pemerintah selama masyarakat menerima kebijakan dua harga BBM bersubsidi tersebut. Saat ini Hiswana Migas sedang mempersiapkan pembangunan dua jenis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk membantu kinerja pemerintah.

"Rencana yang akan disampaikan pemerintah, pada prinsispnya sepanjang kebijakan itu bisa diterima masyarakat," ungkap Eri.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, Syarief Hidayat, orang yang mengaku Wakil Sekretaris DPD 3 Hiswana Migas mengatakan pihaknya menghendaki pemerintah memberlakukan harga tunggal atau single price.

"Secara tegas kami tidak menyetujui kebijakan dua harga ini karena bagi kami para pengusaha, tidak ada kepastian apakah menguntungkan yang Rp 4.500 atau yang Rp 6.500," ujar Syarief di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (27/4/2013)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini