Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam dan Erwin Adriansyah
TRIBUNNEWS.COM --PARA siswa dan siswi SMAN 2 Garut di Kecamatan Leles berbondong-bondong memadati aula sekolah, Senin (20/5/2013) pagi. Mereka duduk di lantai. Para siswi yang semuanya berjilbab ini duduk di bagian depan, sedangkan para siswa duduk di belakangnya.
Meike Kania Dewi (17) duduk bersila di jajaran paling depan, di belakang guru-guru dan kepala sekolahnya. Siswi kelas XI IPA ini kemudian mengobrol bersama teman-temannya, sambil menunggu sebuah kegiatan dimulai di aula itu.
Tidak lama kemudian, Atje Muhammad Darlan, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha pada Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) masuk ke aula dan duduk di depan Meike. Acara pun dimulai dengan pertunjukan paduan suara dan marawis.
Beberapa puluh menit kemudian, Atje melangkah ke depan aula. Atje mengenalkan diri dengan menampilkan sejumlah data diri dan foto-foto perjalanan hidupnya. Aula pun riuh saat Atje mengatakan bahwa orang tuanya berasal dari Leles.
Selanjutnya, Atje mempresentasikan sedikit tentang Perum Peruri. Dengan sigap, Meike menulis hal-hal penting yang disampaikan Atje pada buku kecilnya. Mulai sejarah Perum Peruri, tugasnya, sampai produk yang dihasilkan Perum Peruri pun dijelaskan Atje.
Layaknya pelajar lainnya, Meike kerap bertepuk tangan dan bersorak saat Atje memperlihatkan foto-foto perjalanan hidupnya. Pada sesi terakhir acara, digelarlah kuis. Pemandu acara membacakan soal berupa pertanyaan mengenai tanggal didirikannya Perum Peruri.
Meike mengacungkan tangannya untuk menjawab pertanyaan pertama ini. Dengan lancar, Meike menyebutkan tanggal pendirian Perum Peruri. Tentu saja, Meike dapat menjawabnya karena telah menulis semua materi yang diberikan Atje. Gadis ini pun akhirnya mendapat sebuah suvenir atas jawaban tepatnya.
"Inspiratif dan sangat memotivasi. Ternyata anak Leles juga bisa jadi direktur. Selama ini saya cenderung berpikir bahwa yang sukses itu pastilah orang kota. Ternyata siapa pun bisa jadi direktur asalkan usahanya kuat dan doanya mantap," kata Meike saat ditemui seusai menghadiri kegiatan Program BUMN Gerakan Direksi Mengajar tersebut kemarin.
Setelah mendapat motivasi dari Atje, Meike mengatakan bercita-cita menjadi direktur salah satu perusahaan kimia. Padahal, sebelumnya dia hanya bercita-cita menjadi pekerja di perusahaan kimia. Meike pun terinspirasi untuk tidak hidup dengan cita-cita yang biasa saja. Namun, ia harus berjuang dan tidak menyia-nyiakan waktu untuk belajar dan berdoa.
Atje mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional. Tidak hanya dia, kata Atje, sebanyak 141 direktur BUMN diminta Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk mengajar di berbagai sekolah di pelosok atau kampung halaman masing-masing.
"Yang penting bukan belajar-mengajar saja. Tapi juga sharing pengalaman. Diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para pelajar. Semoga saja pesan-pesan saya bisa diterima dengan baik," ujar Atje.
Berdiri di hadapan pelajar SMA, ujarnya, sangat berbeda dengan saat berkomunikasi dengan bawahannya di Perum Peruri. Atje mengatakan berharap bisa mencapai tujuan Dahlan Iskan untuk mengembangkan sumber daya manusia kepada para pelajar.
Selain memberikan pengajaran, Atje pun menyumbangkan lima buah laptop dan sebuah printer kepada SMAN 2 Garut. Atje berharap program ini dapat berkelanjutan.
Tak hanya di Garut, beberapa sekolah di Kota Bandung pun kebagian didatangi sejumlah direksi BUMN. Salah satunya SMA Negeri 8 Bandung di Jalan Solontongan, yang dikunjungi direksi PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk.
"Kami memberikan motivasi dan inspirasi bagi para pelajar agar mereka dapat meraih masa depannya lebih cerah lagi," ucap ujar Direktur Human Capital & General Affair PT Telkom, Priyantono Rudito, kemarin.
Kepala PT Jamsostek Kantor Wilayah Jabar, Teguh Purwanto, mendapat jatah mengajar di SMA Negeri 3 Sumedang, sedangkan direksi PT Bank Mandiri Indonesia (Tbk) mengajar di SMA Negeri 4 Cimahi. (*)
Baca tanpa iklan