TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk meperluas pasar ke benua Kanguru, Australia.
"Pengembangan ke Australia merupakan bagian program inex (International Expantion) kami,"kata Direktur Human Capital & General Affair PT Telkom, Priyantono Rudito, seusai memberikan materi kepada puluhan pelajar SMA Negeri 8 Bandung di SMA Negeri 8 Bandung, Senin (20/5/2013)
Priyantono mengatakan, dalam pelaksanaan inex, pihaknya mengusung sejumlah skema. Antara lain, follow the people dan follow the money. "Khusus Australia, yang baru kami operasikan Januari tahun ini, konsepnya follow the money," ujarnya.
Dasar penerapan konsep itu,karena perputaran uang di Australia jauh lebih besar daripada Indonesia. "Spending money warga Australia mencapai 10 kali lipat di Indonesia. Ini harus kami manfaatkan," ujarnya.
Di Australia, pada tahap awal Telkom menggarap pemanfaatan teknologi industri (TI) secara outsourching. Pada tahap ini,pihaknya menggarap sistem call center di Australia. "Alhamdulillah, ada law firm (firma hukum) di Australia yang bekerja sama dengan kami. Bentuknya, pendataan dokumen dan data secara digital," katanya.
Priyantono berpendapat, tidak tertutup kemungkinan, apabila tahap awal ekspansi ke Australia itu sukses, pihaknya siap menggarap bisnis telekomunikasi di benua itu. "Tidak tertutup kemungkinan, pada waktu mendatang, kami menggandeng industri besar Australia," katanya.
Akan tetapi, Priyantono tidak menyebutkan nilai kontrak kerjasama itu. Dia berdalih, tidak membawa datanya. Menurutnya, tidak mudah untuk merebut pasar di Australia, karena Telkom harus bersaing dengan beberapa industri dari negara lain yang juga bergerak dalam bidang sama. Meski demikian, Telkom tetap berusaha keras untuk mengembangkannya. (win)
Baca tanpa iklan