TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sepanjang perdagangan Selasa (21/5/2013), Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level 5.251,30 level tertingginya, dan menyentuh level 5.161,99 level terendahnya dan berakhir di level 5.188,76. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun.
IHSG diterpa aksi ambil untung pada perdagangan kemarin setelah pada awal pekan diluar dugaan sempat menguat menembus level 5.200. Aksi ambil untung yang dilakukan investor memang terbilang wajar mengingat kenaikan indeks sudah cukup tinggi. Aksi profit taking melanda hampir semua sektor.
Purwoko Sartono, Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk, mengatakan investor juga masih menanti rilis data ekonomi AS serta hasil meeting FOMC. Untuk Hari ini ia memproyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi dulu dengan kisaran support-resistance 5.165-5.200.
Reza Priyambada Analis Trust Securitas, menilai laju bursa saham AS yang gagal bertahan di zona hijau hingga akhir sesi membuat pelaku pasar di bursa saham Asia kurang bersemangat.
"Imbas negatifnya tentu terasa bagi IHSG yang juga tidak bertahan lama di zona positifnya hanya pada awal sesi. Padahal tinggal beberapa poin lagi ke target resisten kami yaitu 5.228 poin," ujarnya.
Kurang adanya sentimen positif yang mampu mempertahankan IHSG di zona hijaunya dan adanya kekhawatiran terhadap pola pembalikan arah dari IHSG yang memang secara teknikal sudah melampaui area overboughtnya membuat pelaku pasar cenderung melepas posisi.
Pergerakan nilai tukar kembali melemah seiring dengan pertimbangan laju stimulus The Fed setelah beberapa petingginya berencana akan mengajukan percepatan penarikan stimulus dalam pertemuan FOMC pekan ini.
Indeks saham Asia bergerak variatif dimana HSI, KOSPI, dan ASX melemah. Pelemahan ini terjadi seiring dengan pelemahan saham-saham keuangan setelah Goldman Sachs Group melepas posisi pada saham ICBC Ltd senilai 1,1 miliar dollar AS.
Di sisi lain, hasil RBA meeting yang menunjukkan business confidence Australia masih melemah turut menambah sentimen negatif. Di sisi lain, saham-saham teknologi dan energi menguat seiring positifnya kinerja yang dirilis.
Ia pun memperkirakan pada perdagangan Rabu (22/5/2013) IHSG akan berada pada support 5.145-5.178 dan resistance 5.196-5.218.
Teknisnya berpola menyerupai spinning top sentuh upper bollinger bands (UBB). MACD cenderung datar dengan histogram positif yang sedikit lebih pendek. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak datar di area overbought.
"Meski kami sempat khawatir laju IHSG di bawah target support kami (5.172) namun, berhasil ditutup di atas target support tersebut. Meski baru mengkonfirmasi koreksi sehat namun, laju pelemahan bisa saja berlanjut bila dari sentimen dan bursa saham global tidak cukup mendukung," kata Reza.
Baca tanpa iklan