News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sony Sanggup Capai Target Margin Laba Operasi 5 %

Penulis: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kazuo Hirai, presiden dan CEO Sony Corp., dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, 22 Mei 2013.

TRIBUNNEWS.COM  TOKYO – Sony Corporation  Rabu (22/5/2013)  mengatakan sanggup mencapai target margin laba operasi tahunan di sektor elektronik sebesar 5% dalam dua tahun. Meski demikian, Sony harus mengurangi target laba dari bisnis videogame miliknya. Keputusan ini diambil saat Sony didesak investor untuk melepas sebagian kepemilikan bisnis hiburannya.

Saat menjabarkan visi strategisnya untuk Sony dalam sebuah pidato, CEO Kazuo Hirai kembali menegaskan tujuan yang telah ditetapkan setahun sebelumnya. Hirai ingin mencapai margin laba operasi sebesar 5% dari target penjualan 6 triliun yen dalam tahun fiskal yang berakhir Maret 2015. Untuk sektor videogame, Sony kini menargetkan laba operasi 2% di tahun fiskal tersebut, turun dari target 8% yang ditetapkan April 2012.

“Tantangan yang saya hadapi setahun lalu adalah mengubah Sony dan membangkitkan kembali bisnis elektronik. Ini adalah prioritas kami,” ujar Hirai. Tantangan Sony berikutnya, tambah Hirai, adalah menciptakan produk yang disambut positif oleh konsumen.

Seminggu sebelumnya, investor hedge-fund Dan Loeb mengirim surat kepada Hirai, yang berisi desakan bagi Sony untuk mempertimbangkan pelepasan sebagian saham divisi musik dan filmnya. Menurut Loeb, melepas 20% saham unit hiburan ke publik dapat lebih membuka potensi di unit itu, serta menambah modal untuk merombak bisnis elektronik Sony. Third Point LLC, perusahaan Loeb, memiliki sekitar 6% saham di Sony.

“Proposal dari [Third Point] adalah sesuatu yang harus dibahas dengan saksama dalam rapat direksi, baru setelah itu kami menentukan sikap Sony,” kata Hirai dalam pidatonya. “Oleh karena itu, kami akan mengawali pembahasannya, [tapi] kami masih berada di tahap awal.”

Konsep pelepasan saham ini tidak asing bagi Sony. Perusahaan itu pernah memecah unit asuransi dan perbankannya pada 2007 melalui penawaran publik perdana (IPO). Saham unit itu diperdagangkan di Bursa Saham Tokyo meski Sony masih memiliki 60% sahamnya. Namun analis mendesak Sony membatalkan keputusan itu dan menyarankan Sony menguasai penuh unit layanan keuangan. Divisi ini adalah bisnis paling menguntungkan bagi Sony, dan penguasaan penuh juga diperkirakan bisa mendatangkan pajak yang lebih ringan.

Meski Sony dikenal karena bisnis elektroniknya, hampir semua keuntungan Sony berasal dari sektor hiburan dan asuransi. Sektor elektronik kini menjadi kelemahan Sony. Dulu, segmen gadget berperan sebagai poros kesuksesan Sony, yang merupakan simbolisasi kebangkitan Jepang pascaperang.

Pasar produk elektronik terus merosot, dilihat dari lemahnya penjualan televisi layar kristal cair (LCD), kamera digital, dan pemutar video. Sony kini mengalihkan fokus ke segmen smartphone, yang didominasi oleh duo raksasa teknologi Samsung Electronics Co dan Apple Inc.

Dalam sektor mobile, Sony menargetkan margin laba operasi 4% dari total penjualan 1,5 triliun yen di tahun fiskal hingga Maret 2015. Untuk segmen citra digital yang mencakup bisnis kamera dan lensa, Sony mempertahankan target margin laba dua digit. Tapi Sony mengurangi proyeksi penjualan di segmen ini menjadi 1,3 triliun yen dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 1,5 triliun yen. (WSJ)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini