News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tak Ada Pergantian Menkeu, Pengamat Tanggapi Rupiah dan IHSG yang Kompak Menguat

Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IHSG DITUTUP MENGUAT - Indeks Harga Saham Gabungan (IHS) ditutup meroket 7,57 persen atau naik 404,51 poin ke level 5.746,65 pada penutupan perdagangan Selasa, 9 Juni 2026. Kenaikan indeks ini didorong oleh euforia pasar terhadap kebijakan suku bunga dan sentimen positif dari aksi buyback saham yang dilakukan oleh sejumlah emiten BUMN.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026) dinilai berkaitan dengan meredanya spekulasi mengenai reshuffle kabinet, khususnya isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Ekonom STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan pasar merespons positif setelah muncul penegasan bahwa rumor pergantian Menteri Keuangan tersebut tidak benar.

Menurut Aditya, berkurangnya ketidakpastian politik menjadi salah satu faktor yang membantu memperbaiki sentimen investor. 

Pasar keuangan pada umumnya tidak menyukai ketidakpastian, terutama yang berkaitan dengan arah kebijakan ekonomi pemerintah.

"Rumor pergantian menteri keuangan sempat memunculkan pertanyaan mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah. Ketika isu itu dibantah, sebagian investor kembali percaya bahwa tidak akan ada perubahan mendadak pada kebijakan ekonomi," kata Aditya, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, investor juga menaruh perhatian pada kesinambungan kebijakan ekonomi. Koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dinilai penting dalam menjaga stabilitas rupiah serta pasar obligasi.

Dengan tidak adanya pergantian mendadak di posisi strategis tersebut, pasar melihat peluang kebijakan ekonomi dapat berjalan lebih konsisten sehingga meningkatkan kepercayaan investor.

Selain faktor tersebut, penguatan pasar juga dipengaruhi aksi beli setelah tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Baca juga: Chatib Basri Bertemu Prabowo di Istana, Ingatkan Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang jadi Naik

Pada perdagangan Selasa kemarin, IHSG ditutup meroket 7,57 persen atau naik 404,51 poin ke level 5.746,65.

Kenaikan indeks ini didorong oleh euforia pasar terhadap kebijakan suku bunga dan sentimen positif dari aksi buyback saham yang dilakukan oleh sejumlah emiten BUMN.

Pergerakan indeks berada di rentang 5.318,14 (terendah) hingga penutupan tertingginya di 5.746,65. Bursa mencatat terjadinya lonjakan transaksi dengan nilai total transaksi mencapai Rp27-28 triliun. Seluruh indeks sektoral ditutup menguat.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan kemarin pasar spot ditutup menguat ke level Rp 18.058 per dolar AS. Rupiah berhasil rebound sebesar 0,72 persen setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen.

Rapat Dewan Gubernur BI yang dimajukan jadwalnya kemarin, juga memutuskan memasang suku bunga acuan untuk  Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen seperti disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo. 

Sentimen Mereda

Aditya mengatakan, ketika sentimen negatif mulai mereda, sebagian investor memanfaatkan kondisi harga saham yang telah turun untuk melakukan aksi beli atau buy on weakness. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini