News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rencana Kenaikan Harga BBM

60 Persen Konsumsi BBM Bersubsidi Dari Sepeda Motor

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah personil Yon 700 Raider/Kodam VII Wirabuana, melakukan pengamanan di stasiun pengisian bahan Bakar umum (SPBU) jalan Ap Pettrani, Makassar. Senin (29/4/2013). Menjelang kenaikan bahan bakar minyak (BBM), pengamanan seluruh SPBU dan kantor Pertamina di Makassar diperketat. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR dari fraksi PDI-P Arya Bima menjelaskan BBM bersubsidi sudah tersalurkan dengan baik. Arya Bima pun membantah pernyataan pemerintah yang mengatakan  orang-orang kaya saja yang menikmati BBM bersubsidi.

Arya Bima mengatakan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 60 persen konsumen BBM bersubsidi berasal dari pengguna sepeda motor. Karena data tersebut, PDI Perjuangan menolak kenaikan harga BBM Bersubsidi.

"Data pemerintah salah, 60 persen sepeda motor roda dua, BPS mengatakan," ujar Arya Bima, di rapat paripurna, Senin (17/6/2013).

Arya menjelaskan kenaikan harga BBM tidak bisa dilepas dari pola pikir liberalisasi ekonomi. Dalam hal ini Arya menjelaskan kalau kenaikan harga BBM harus bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, tanpa merendahkan satu kelas masyarakat.

"Menurut UU 45 bumi air termasuk kekayaan digunakan untuk kemakmuran sebesar-besarnya dan pemerintah harus bisa mengatur agar masyarakat bisa menikmatinya (BBM)," jelas Arya.

Lebih lanjut Arya mengatakan kalau subsidi BBM adalah hak seluruh masyarakat Indonesia. Arya pun meminta kepada pemerintah untuk merubah pola pikirnya kalau subsidi bukan sebuah beban negara. "Hak rakyat untuk menggunakan, jangan dianggap subsidi beban," papar Arya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini