News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Proyek KA di Sulawesi dan Kalimantan Ditargetkan Rampung 2017

Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perbaiki Gerbong: Petugas memperbaiki gerbong kereta di Depo Induk Kereta/Gerbong Semarang Poncol, jalan Taman Purogondo, Kota Semarang, Jateng, Selasa (23/7/2013). Sebanyak kurang lebih 40 gerbong dilakukan perbaikan jelang arus mudik lebaran 2013. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dipastikan akan terus membangun sarana moda transportasi untuk jasa angkutan Kereta Api (KA). Setelah meresmikan KA Krakatau di Merak hari ini (24/7), Kemenhub berencana membangun kereta penumpang di Sulawesi dan Kalimantan.

EE Mangindaan, Menteri perhubungan, mengatakan proyek kereta api di dua wilayah tersebut sudah dalam tahapan Feasibillty Studies (FS). Kemudian sudah mendapatkan persetujuan dari kepala daerah sehingga tinggal proses pembangunannya saja.

"Proses pembangunan kita harapkan tahun ini, setelah FS kita akan ground breaking, sehingga pada 2017 sudah bisa beroperasi masalah pendanaan masih belum ditentukan jumlahnya masih dibahas di kementerian," katanya, Rabu (24/7/2013).

Masalah selanjutnya adalah pembebasan lahan. Pembebasan lahan menjadi tantangan pemerintah untuk merealisasikan pembangunan proyek tersebut. Kemenhub pun mengaku sudah menghubungi berbagai stakeholder untuk diajak bekerjasama dalam proses ini.

"Kendalanya tinggal pembebasan lahan. Kita sudah ajak semua gubernur di Kalimantan dan Sulawesi untuk bahas pembangunan kereta itu dan mereka sudah setuju," katanya.

Untuk memuluskan pembangunan itu maka dibutuhkan peran berbagai pihak seperti Pemerintah daerah, BUMN dan pihak swasta. Koordinasi diantaranya merupakan kunci untuk pembangunan sarana transportasi.

"Masalah tanah, dan masalah pendanaan dapat terpecahkan jika dilakukan melalui kordinasi berbagai pihak ini yang kita dukung," katanya.

Untuk masalah pendanaan, Menhub menggandeng BUMN. Terutama untuk mencegah adanya penggunaan APBN secara berlebihan. BUMN bisa mengambil bagian dari proyek tersebut.

"Kita harapkan adanya kerja sama antara BUMN dengan proyek-proyek terkait, ini yang mau kita lakukan," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini