Ringkasan Berita:
- Adopsi digital oleh UMKM tidak hanya sekadar hadir secara online, mereka membutuhkan sistem yang saling terhubung agar skala usaha semakin berkembang.
- Kehadiran UMKM secara digital menjadi fondasi utama untuk menjangkau pelanggan, mengelola operasional, dan mendorong pertumbuhan bisnis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu tantangan mengembangkan skala bisnis para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia adalah adopsi digital yang belum merata.
Adopsi digital oleh UMKM tidak hanya sekadar hadir secara online, mereka membutuhkan sistem yang saling terhubung agar usaha bisa berjalan rapi dan berkembang.
Data menunjukkan, Indonesia memiliki 65 juta lebih UMKM yang berkontribusi pada 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.
Baca juga: BRI Waspadai Dinamika Global, UMKM Tetap Jadi Penopang Pertumbuhan
Kehadiran UMKM secara digital menjadi fondasi utama untuk menjangkau pelanggan, mengelola operasional, dan mendorong pertumbuhan bisnis.
“Saat ini UMKM membutuh lebih dari sekadar kehadiran di online, mereka butuh sistem yang saling terhubung agar usaha bisa berjalan rapi dan berkembang," ungkap Urip Indra Hartawan, Country Manager Exabytes Indonesia dikutip Kamis, 30 April 2026.
Untuk mendukung pengembangan skala bisnis UMKM pihaknya menjalin kerjasama dengan RUN System melalui integrasi dengan Accounting+ sebagai solusi SaaS yang membantu mengelola keuangan, pembayaran, dan operasional usaha dalam satu platform yang mudah digunakan.
"Langkah kerjasama ini sejalan dengan visi Asta Cita dalam mendorong digitalisasi UMKM dan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Indonesia," kata Urip Indra Hartawan.
Integrasi dengan Accounting+ menghadirkan berbagai fitur penting seperti pembukuan, laporan keuangan, hingga insight bisnis yang krusial namun sering kali belum dimanfaatkan secara optimal oleh UMKM.
Dengan menggabungkan fitur-fitur ini dalam satu ekosistem, pelaku usaha dapat menyederhanakan proses operasional, mengurangi pekerjaan manual, serta mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat berbasis data.
Berdasarkan berbagai studi industri, 70 persen lebih konsumen Indonesia kini cenderung mencari dan mengevaluasi bisnis secara online sebelum melakukan pembelian.
Di sisi lain, masih banyak UMKM yang menghadapi tantangan dalam mengelola berbagai tools yang terpisah antara penjualan, pembayaran, logistik, dan akuntansi. Kemitraan ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui pengalaman platform yang terintegrasi dalam satu sistem.
Baca juga: PURE Movement Pegadaian, Limbah Seragam Disulap Jadi Peluang Ekonomi UMKM
"Melalui kemitraan ini, layanan instant website dari Exabytes akan terintegrasi dengan Accounting+, memungkinkan pelaku UMKM untuk tidak hanya membangun kehadiran online secara cepat, tetapi juga mengelola keuangan bisnis secara lebih terstruktur dan efisien," beber Urip.
Dia menambahkan, integrasi ini melengkapi fitur ekosistem yang telah dimiliki Exabytes, termasuk sistem payment gateway serta manajemen logistik yang telah bekerja sama dengan berbagai brand terkemuka di Indonesia.
"Kolaborasi ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM melalui ekosistem digital terintegrasi dengan menggabungkan layanan website toko online Exabytes dengan sistem pengelolaan keuangan yang komprehensif," tandasnya.
Baca tanpa iklan