News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemerintah Izinkan Pertamina Naikkan Harga Elpiji 12 Kilogram

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja menyusun tabung gas elpiji 12 kilogram di Agen Resmi LPG Pertamina PT Djakfar Bersaudara, Bandar Lampung, Kamis (21/2/2013).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memerediksi harga harga gas elpiji non subsidi 12 kilogram, akan naik di akhir 2013.

Pemerintah pun memberikan lampu hijau kepada Pertamina, untuk menaikkan harga elpiji 12 kilogram.

"Mereka (pemerintah) menyarankan menjelang akhir tahun bisa dinaikkan, karena diperkirakan inflasi turun," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, Selasa (30/7/2013).

Pertamina pun telah diingatkan pemerintah agar tidak menaikkan harga elpiji setelah Idul Fitri. Sebab, kenaikan harga gas elpiji 12 kiogram menjelang Lebaran bisa membuat parah kondisi inflasi.

"Beberapa waktu lalu kan BBM PSO sudah naik, apalagi inflasi juga meningkat tajam," kata Hanung Budya.

Hanung menambahkan, selama empat tahun terakhir, Pertamina telah mensubsidi elpiji 12 kilogram, sehingga merugi hingga Rp 16 triliun.

Jika subsidi diteruskan, maka perusahaan hulu dan ilir di sektor minyak dan gas bumi (migas), akan menanggung beban biaya ratusan miliar Rupiah setiap tahun, yang seharusnya tidak dipikul Pertamina.

"Kalau terus seperti itu, maka Pertamina mengalami dekapitalisasi. Ini akan merugikan perusahaan dan menjadi beban biaya yang seharusnya tidak ditangani Pertamina," jelas Hanung.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, pemerintah belum berniat menaikkan harga elpiji 12 kilogram dalam waktu dekat. Pemerintah menganggap masyarakat masih terbebani dengan kenaikan harga BBM bersubsidi pada akhir Juni lalu.

"Elpiji naik, itu belum waktunya. Itu kan kata Bu Karen (Dirut Pertamina). Harga elpiji belum waktunya dinaikkan. Masyarakat berat, baru habis dinaikkan harga BBM," kata Jero saat ditemui di kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Senin (29/7/2013) malam.

Selama ini, elpiji 12 kilogram dijual Pertamina ke agen seharga Rp 70.200 per tabung. Harga gas per kilogramnya dipatok Rp 5.850, meski harga keekonomian Rp 11.000 per kilogram. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini