Apalagi, lembaga yang ia pimpin saat itu mengelola investasi berjalan sebesar 15 miliar dolar per tahun tersebut. Hanya saja, Priyono menyebut butuh seni tersendiri agar negara tak dirugikan. Ujaran Priyono tersebut merujuk pada fakta adanya kaitan barang bukti uang suap berseri urut yang ditemukan pada Operasi Tangkap Tangan KPK ke Rudi Rubiandini dan uang di ruang kerja Sekjen KemenESDM Waryono Karno.
"Ada seninya. Mereka bisa menggunakan approach tapi bisnis tetap berjalan namun negara tak dirugikan. Kalau soal itu (uang berseri), tak usah saya selaku mantan BP Migas, rasa-rasanya sebagai orang awam pun akan tahu apakah ada kaitannya di antara keduanya (uang suap di Rudi dan di ruang kerja Waryono)," tutup Priyono.
Baca tanpa iklan