News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kenali Minat dan Kebutuhan, Kunci Sukses Industri Keuangan

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DISERBU PENGUNJUNG - Sejumlah orang keluar masuk tempat penukaran mata uang di Golden Money Changer, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Kamis (29/8). Dalam beberapa hari terakhir perusahaan yang bergerak dalam jasa penukaran mata uang diserbu pengunjung yang kebanyakan didominasi untuk menjual dollar guna mengambil keuntungan dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, yang di tempat ini dengan kurs beli Rp 11.545 per dolar AS. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semakin kompetitifnya industri jasa keuangan terutama perbankan, menuntut kerja ekstra keras.

Manajemen perusahaan pun harus menguasai apa yang menjadi kunci sukses memenangkan persaingan di industri ini yakni  menarik nasabah dan loyalitas mereka. Lantas bagaimana caranya?

Jos Luhukay, dari Arghajata Consulting mengatakan, mengenal nasabah dengan baik dan mendapatkan gambaran tentang minat dan kebutuhan mereka.

"Ini bisa menjadi awal transformasi bagi organisasi  bisnis untuk menjawab keinginan nasabah dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian," katanya saat Financial Services Industry (FSI) Summit kedua yang diadakan Microsoft Indonesia bersama Accenture di Jakarta, Kamis (28/11/2013).

Apalagi tahun depan, Indonesia akan memiliki potensi besar pada segmen generasi muda dan keluarga kelas menengah yang tumbuh pesat.

"Selain itu, segmen keluarga kelas-menengah baru atau new middle-class families yang beranjak naik dalam strata ekonomi Indonesia yang terus membaik," katanya.

Perbankan juga harus mengambil momentum ini dengan menyempurnaan regulasi di bidang sistem pembayaran elektronik yang sarat dengan pemanfaatan teknologi informasi.

“Pada titik ini, teknologi informasi memegang peranan krusial dalam menjawab kebutuhan dan mentranformasi bisnis perbankan untuk memberikan layanan yang lebih prima, serta meningkatkan kapasitas dan jangkauan layanan," katanya.

Apalagi, kata dia Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah medium pembayaran elektronik (e-money) yang beredar bulan September 2013 sebanyak 27.998.312, atau naik 30 persen dibandingkan 19.561.502 pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Seiring pertumbuhan tersebut, BI juga mencatat terjadinya peningkatan jumlah transaksi menggunakan e-money di Indonesia sebesar 20 persne dari 9.471.354 menjadi 11.881.737 dalam kurun waktu yang sama.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini