TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 21 pegawai PT Pelindo II (Persero) dikabarkan mengundurkan diri. Kabar yang beredar, sejumlah karyawan Pelindo II harus nekat meinggalkan tempatnya bekerja karena sudah tak tahan dengan dengan ulah Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino.
Kirnoto, Ketua Serikat Pekerja (SP) Pelindo II, mengatakan surat pengunduran diri tersebut tadi malam langsung diserahkan ke Menteri Negara BUMN dan tembusan ke sejumlah menteri terkait.
Kinorto menuturkan, selama ini bertahun-tahun pejabat Pelindo II sudah menahan diri atas sikap RJ Lino yang dinilai sering bertindak arogan terhadap direktur, senior manager, sekretaris perusahaan, dan pejabat lainnya.
“Kata-kata RJ Lino sering menimbulkan sakit hati,” kat Kinorto.
Tidak hanya itu, alasan pengunduran diri karena pejabat ini sudah tidak bisa kerja sama dengan RJ Lino sebagai dirut, tidak nyaman atas kebijakan, semena-mena, tidak pernah menghargai pegawai, selalu bermusuhan dengan semua banyak instansi.
Bahkan dianggap tidak lagi nasionalis, karena banyak menggunakan konsultan asing dan rekan-rekan terdekatnya dari luar Pelindo II sebagai penasihat dan konsultan.
“Kami khawatir nantinya semuanya menjadi tersangka begitu RJ Lino sudah tidak menjabat Dirut Pelindo II lagi, sebab banyak proyek yang tanpa payung hukum dipaksakan. Jika tidak ada yang mau menurut, tidak segan-segan pejabat atau bawahan langsung dicopot dipindah atau dipaksa mengundurkan diri jadi pegawai,” kata Kinorto.
Mereka yang mengundurkan yakni Yan Budi Santoso (Sekretaris Perusahaan), Syarief Saleh (SM Layanan Umum), Hendra Budhi (Kepala Unit P2K), Sunu Bekti Pujotomo (manager pemasaran dan administrasi cabang Tanjung Priok, Kusno Utomo (manager pemasaran operasi terminal).
Amir Indra Sasongko (manager operasi terminal II), Budi Utoyo (manager operasi terminal 1), Abdul Latief (asisten manager pendaatan dan piutang), Siswanto (advisor tanggap bencana), Djoko Santoso (manager pelayanan jasa), Sugeng Mulyadi (Pj. senior manager perbendaharaan).
Indra Sigit Satyaputra (subdit akutansi manajemen), Aris Subagyo (subdit akutansi keuangan), Moh Iqbal (AVP finance dan administrasi PKBL dan CSR), Dadang Triwidayat (subdit akutansi keuangan ASM akuntasi umum), My Rica Arfan (subdit perbendaharaan), Taufik Surahmat (sub direktorat perbendaharaan asm pengelolaan kas), Dian Suryani (AVP mitra binaan PKBL CSR), Try Djunaidy (manager keuangan cabang Tanjung Priok), Dwiono Haryadi (Asmen pelayanan), Irma Indirastuti (Asmen pengusahaan tanah dan bangunan).
Baca tanpa iklan