News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

ESDM Tenderkan Jaringan Gas Rp 350 Miliar

Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja menyelesaikan penyambungan jaringan pipa gas sepanjang 18 KM dari Panaran - Tanjung Uncang milik Perusahaan Gas Negara (PGN), Batam, Kepulauan Riau, Rabu (19/6). Proyek infrastruktur gas senilai Rp 183 miliar ini dibangun sebagai antisipasi pasokan gas dari Premier Oil melalui kesepakatan antara PLN dan Universal Batam Energy. TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) akan mengadakan tender infrastruktur jaringan gas dalam kota untuk rumahtangga.

Naryanto Wagimin, Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas KESDM membenarkan hal tersebut, ia bilang, Dirjen Migas memang berencana untuk membuat jaringan gas langsung ke rumah seperti layaknya listrik atau air, agar mengurangi konsumsi elpiji.

"Memang betul kita akan tender bulan depan, nanti gasnya akan dialirkan sesuai dengan sumber gas yang ada dengan kota tersebut, " kata Wagimin, Rabu (19/03).

Isnaini, Kepala Sub.Direktorat Pengolahan dan Pengangkutan Minyak dan Gas di Dirjen Migas KESDM menyampaikan tender akan dimulai akhir Maret 2014 mendatang. Tender ini tidak sama dengan tender yang dilaksanakan oleh BPH Migas akhir tahun lalu.

Isnaini bilang, pembangunan jaringan gas ini ditargetkan untuk rumahtangga saja bukan untuk industri. Jika tender BPH Migas selain rumahtangga juga untuk industri yang dilaksanakan di lima kota juga yakni Jambi, Lampung, Prabumulih, Semarang, dan Pasuruan.

Namun, tender BPH Migas yang dimulai sejak Oktober tahun lalu sampai detik ini mandek pengerjaan dan pemenang tender juga belum diumumkan.

"Kalau ini beda lagi, kotanya yakni Lhoksemawe, Batam, Semarang, Sidoarjo, Bekasi, Bulungan di Kalimantan Utara, itu kita akan buat jargas seperti di Depok dan Surabaya. Satu kabupaten itu nilai tendernya Rp 45-Rp 50 miliar," kata Isnaini kepada Kontan, Rabu (19/03).

Ia bilang, akhir Mei sudah kontrak sudah bisa dimulai dan langsung berlanjut pada pengerjaan konstruksi. Dan ini adalah tender terbuka, siapa saja boleh ikut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini