TRIBUNNEWS.COM - Bursa aset kripto Bitget meluncurkan versi terbaru layanan saham berbentuk token (tokenized stocks) melalui produk Bitget Stocks 2.0.
Pembaruan ini dilakukan di tengah meningkatnya minat industri terhadap tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA), yang dinilai dapat memperluas akses investor terhadap instrumen keuangan tradisional melalui infrastruktur blockchain.
Bitget menyatakan bahwa produk tersebut diterbitkan oleh Reality, platform penerbitan RWA berlisensi, dengan dukungan akses perdagangan dan penyimpanan aset melalui ekosistem Bitget.
Pembaruan layanan difokuskan pada peningkatan likuiditas, penyelarasan nilai ekonomi token dengan saham acuan, serta integrasi yang lebih luas ke berbagai fitur perdagangan di platform.
Dalam skema yang ditawarkan, token saham yang memenuhi syarat diklaim memiliki eksposur ekonomi yang setara dengan saham dasarnya.
Dividen tunai akan dikonversi ke stablecoin USDT, sementara aksi korporasi seperti stock split atau reverse split akan disesuaikan pada kepemilikan token agar tetap mencerminkan perubahan pada aset acuan.
Peluncuran Bitget Stocks 2.0 mencerminkan tren yang berkembang di sektor keuangan digital, di mana sejumlah perusahaan berupaya menghadirkan instrumen saham, obligasi, maupun aset tradisional lainnya dalam bentuk token berbasis blockchain.
Baca juga: Minat Masyarakat Berinvestasi Meningkat, Platform Pertukaran Kripto Lanjutkan Ekspansi
Pendukung model ini menilai tokenisasi dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas akses lintas negara, serta memungkinkan perdagangan yang lebih fleksibel dibandingkan pasar konvensional.
CEO Bitget Gracy Chen mengatakan tokenisasi berpotensi menjadi penghubung antara pasar kripto dan pasar keuangan global.
“Ekuitas yang ditokenisasi adalah jembatan yang tengah dibangun oleh kripto untuk menghubungkan pasar global,” ungkap Gracy Chen, CEO Bitget, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, proporsi aset keuangan yang ditokenisasi dapat meningkat signifikan dalam beberapa tahun mendatang, seiring berkembangnya infrastruktur pasar dan kepatuhan regulasi.
“Menjelang tahun 2030, kita mungkin akan melihat lebih dari 10 persen aset keuangan global ditokenisasi. Proses ini akan didorong oleh platform-platform yang melandaskan diri pada akses, kedalaman pasar, dan kepatuhan regulasi. Per hari ini, kami telah berhasil menghadirkan seluruh fondasi prasyarat yang dibangun untuk menyongsong masa depan tersebut,” katanya.
Baca juga: OJK Catat Investor Kripto RI Tembus 21,37 Juta pada Maret 2026, Transaksi Mencapai Rp22,24 Triliun
Dia menjelaskan, pihaknya juga mengintegrasikan token saham tertentu ke dalam sistem margin, akun terpadu, serta sejumlah fitur perdagangan dan produk imbal hasil yang tersedia di platform.
Langkah ini memungkinkan aset berbasis saham digunakan lebih luas dalam aktivitas perdagangan di ekosistem kripto.
Gelombang pertama Bitget Stocks 2.0 mencakup 36 aset yang terkait dengan saham dan ETF, termasuk perusahaan teknologi besar seperti Apple, Amazon, Meta, Tesla, Alphabet, NVIDIA, dan Microsoft, serta ETF QQQ. Ketersediaan layanan tersebut disesuaikan dengan ketentuan regulasi dan yurisdiksi masing-masing pengguna.
Peluncuran produk ini menunjukkan semakin intensnya persaingan di pasar tokenisasi aset keuangan, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di industri aset digital.
Selain bursa kripto, sejumlah institusi keuangan global juga mulai mengembangkan platform dan infrastruktur untuk mendukung perdagangan aset tradisional dalam bentuk token.
Baca tanpa iklan