News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banyak SPBU Kehabisan Premium, Pertamina: Ini Konsekuensi

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Rendy Sadikin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas sedang mengisi Bahan Bakan Minyak (BBM) jenis Solar di SPBU Kedoya, Jakarta Barat, Senin (4/8/2014). Mulai hari ini, waktu penjualan solar bersubsidi di seluruh SPBU di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali akan dibatasi dimulai pukul 08.00-18.00 untuk cluster tertentu. Tidak hanya Solar di sektor transportasi, alokasi solar bersubsidi untuk Lembaga Penyalur Nelayan (SPBB/SPBN/SPDN/APMS) juga akan dipotong sebesar 20 persen dan penyalurannya mengutamakan kapal nelayan di bawah 30GT.Warta Kota/angga bhagya nugraha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terjadinya fenomena antrean dan disusul habisnya BBM bersubsidi pada sore hari di stasiun pengisian bahan bakar umum bukan merupakan kelangkaan BBM. Pertamina menjelaskan konsekuensi dari penyaluran BBM bersubsidi yang disesuaikan dengan kuota yang tersedia.

Adapun stok BBM di Pertamina berada pada level di atas 18 hari kebutuhan nasional. Sedangkan kuota BBM bersubsidi jenis solar terancam pada November dan Premium pada Desember.

"Habisnya alokasi harian BBM bersubsidi di SPBU pada sore hari merupakan konsekuensi logis dari pengaturan penyaluran BBM bersubsidi sesuai dengan sisa kuota yang telah ditetapkan dalam UU APBN-P 2014," ujar Vice Presiden Corporate Communication Ali Mudakir, Minggu (24/8/2014).

Ali pun mengimbau masyarakat agar jangan memaksa kehendak mencari BBM bersubsidi yang kuotanya tinggal menipis. Menurut Ali masyarakat sebaiknya mencari bahan bakar non subsidi yang juga telah dijual Pertamina.

"Dengan pengaturan ini, sangat diharapkan pengertian dan kesadaran masyarakat pengguna mobil pribadi mulai membiasakan diri menggunakan BBM non subsidi," ungkap Ali.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini