News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Industri Batu Bara Tertekan Dongkrak NPL Danamon

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana pelayanan di salah satu banking hall Bank Danamon, di Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2014). PT Bank Danamon Indonesia Tbk pada tahun 2013 membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 4,04 triliun, membukukan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau regulatory loan to deposit ratio (LDR) membaik menjadi 95,1 persen, pertumbuhan kredit 16 persen sebesar Rp 135 triliun. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Melambatnya pertumbuhan industri batu bara pada tahun ini, berdampak kepada kinerja PT Bank Danamon Indonesia, Tbk (BDMN) pada sembilan bulan pertama 2014.

Chief Financial Officer dan Direktur Bank Danamon, Vera Eve Lim mengatakan rasio kredit bermasalah atau non performing loans (NPL) berada di posisi 2,4 persen pada akhir September 2014.

Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni di level 2,2 persen.

"Peningkatan NPL ini dari satu sisi saja. Yaitu dari batu bara, ada pembiayaan alat-alat berat. Seperti kita tahu, industri batu bara tahun ini cukup tertekan," kata Vera di gedung Bank Danamon, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Menurut Vera, porsi pembiayaan alat berat terbilang kecil yakni 1,9 persen dari keseluruhan penyaluran kredit Bank Danamon pada kuartal ketiga 2014 sebesar Rp 139 triliun.

"NPL ini juga sudah berlangsung dalam dua tahun terakhir. Ada satu dua nama kreditur industri batu bara," ucapnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini