News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kenaikan Harga BBM

Ichsanuddin Noorsy: Diskon Impor Minyak dari Angola Tak Pernah Ada

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto Ichsanuddin Noorsy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengamat Ekonomi Politik Ichsanuddin Noorsy menilai ketentuan diskon yang digembar-gemborkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM, Sudirman Said tidak pernah ada.

"Angola akan keberatan dengan posisi diskon USD15 bbl. Pasalnya, biaya pokok produksi minyak sendiri di atas USD90-an. Angola pasti tidak memberikan diskon USD15 bbl karena USD15 bbl itu besar sekali," ujar Noorsy kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (6/12/2014).

Menurutnya, transparansi dalam proses kerjasama sedang dilakukan antara pemerintah dengan Sonangol perlu dilakukan.

"Permasalahan terbesar pemerintah adalah untuk terbuka (terkait kerjasama itu). Bagaimana sesungguhnya perjanjian pokok antara RI dengan Angola," ujarnya.

Pemerintah memang harus membuka MoU antara pemerintah RI dengan Angola. Apakah memang dalam perjanjian itu, apakah Head of Agreement atau Measure Agreement-nya memang ada pernyataan tentang diskon USD 15 dari harga pasar.

"Sepanjang itu tidak diperjanjikan, maka status diskon itu memang akhirnya harus dinegosiasikan ulang atau dibicarakan ulang antara Sonangol dengan Pertamina," katanya.

Perlu diketahui, pernyataan pemerintah jika kerjasama dengan Sonangol akan memberikan keuntungan berupa diskon sebesar USD15 bbl dibantah oleh Sonangol. Melalui surat resmi, Sonangol mengatakan tidak ada pemberian diskon tersebut, artinya masih mengikuti harga pasar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini