News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gejolak Rupiah

Bos Garuda Santai Hadapi Pelemahan Rupiah

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk mengaku tak menghadapi masalah serius, menyusul melemahnya rupiah hingga menembus Rp 13.000 per dollar AS.

Maskapai BUMN ini mengaku telah melakukan lindung nilai atas valas dan BBM.

Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan sebelumnya perseroan telah mengantisipasi pelemahan rupiah. "Asumsi bisnis Garuda di tahun 2015, kami menggunakan asumsi kurs Rp 13.000 per dollar AS dan fuel price 75 sen dollar AS per liter," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (12/3/2015).

Dia juga mengungkapkan, agar asumsi itu tepat, perseroan juga telah melakukan cross currency swap dan hedging harga BBM.

Sebelumnya, Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) khawatir nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS semakin tak terkendali. Pasalnya, saat ini nilai tukar rupiah terus merosot di angka Rp 13.000 per dollar AS.

"(Kalau) Rupiah nanti Rp 13.500 per dollar AS, itu yang kami takutkan," ujar Sekretaris Jenderal INACA Tengku Burhanuddin di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta, Selasa (10/3/2015).

Dia menjelaskan, pelemahan rupiah jelas akan berdampak langsung kepada biaya produksi maskapai. Pasalnya, salah satu komponen biaya produksi, yaitu suku cadang, harganya pasti akan naik karena saat ini masih tergantung impor.

Menurut Tengku, saat biaya suku cadang atau komponen pesawat nasional menyumbang 40 persen dari biaya produksi maskapai. Oleh karena itu, dampak kenaikan harga suku cadang akibat nilai tukar, akan membuat biaya produksi membengkak.(Bambang Priyo Jatmiko)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini