News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ini Jawaban Bank Dunia atas Kritik Jokowi di KAA

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden World Bank, Jim Yong Kim didampingi Menkeu Bambang Brodjonegoro saat menggelar jumpa pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (20/5/2015). __._,_.___

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya bertemu dengan presiden Kelompok Bank Dunia Jim Yong Kim.

Sebelumnya Ia mengkritik keberadaan lembaga keuangan internasional seperti World Bank dalam Konferensi Tingkat Tinggi, Konferensi Asia-Afrika (KAA) April lalu.

Saat itu, Jokowi menyoroti peran berbagai lembaga keuangan internasional, yang dianggap sudah tidak relevan untuk mengatasi masalah keuangan suatu bangsa.

Namun Kim menanggapi positif kritik Jokowi tersebut.

Menurutnya dibandingkan beberapa tahun lalu, World Bank sudah berubah menjadi organisasi yang relevan dengan kepentingan Indonesia.

Kim sendiri sudah memimpin World Bank Group sejak tahun 2012.

Sejak memimpin, baru kali ini Ia datang ke Indonesia, setelah secara resmi Jokowi menyampaikan kritik dalam forum internasional resmi.

"Saat saya mendengar poin beliau (Jokowi), saya paham dengan sangat spesifik bahwa World Bank telah bergerak dan berkembang menuju refleksi yang sesuai dengan kondisi alamiah dunia," ujar Kim, Rabu (20/5) di Kantor Presiden, Jakarta.

Kim juga bilang kritik yang disampaikan Jokowi hal yang wajar.

Kim mengaku pada awalnya, dirinya juga menjadi orang yang menentang keberadaan World Bank.

Itu terjadi sekitar 20 tahun yang lalu, setelah dirinya mendapat gelar medical doctor dan antropologis.

Ia juga bilang bahwa World Bank tidak mungkin mendikte suatu negara.

Sebab, World Bank merupakan organisasi multilateral yang sangat sulit dan rumit.

Sebelumnya, Jokowi sempat pula dikecam Amerika Serikat, seusai berpidato mengkritik sejumlah lembaga keuangan internasional yang dianggap merugikan negara dunia ketiga.

Ernest Bower, peneliti Center for Strategic and International Studies Washington DC, menilai pidato tersebut menunjukkan Presiden Jokowi tidak konsisten.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini