Selama ini, kata Jonga Saragih, pencinta batu akik hanya mengenal panca warna dan bacan saja.
Menurut dia, itu disebabkan sudah dipromotori oleh orang-orang berpengaruh dan sudah disertifikasi oleh Badan Geologi.
“Kalau batu akik asal Nian ini sudah mendapat sertifikasi dari Badan Geologi dan disponsori oleh orang orang besar dan berpengaruh, maka saya berani bertarung dan katakan bahwa batu akik asal Nian akan kalahkan panca warna dan bacan, serta safir,” kata Jonga Saragih.
Dengan keunggulan batu akik yang dimiliki ini, Jonga Saragih berharap Pemerintah Daerah Kabupaten TTU bisa proaktif memberdayakan masyarakat.
Misalnya, dengan membentuk wadah khusus batu akik sehingga tingkat perekonomian warga bisa meningkat. Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Baca tanpa iklan