News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemerintah Jamin Kebutuhan Sembako Jelang Ramadan Tercukupi

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pedagang sembako menjajakan dagangannya di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2014).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan memastikan segala kebutuhan masyarakat terpenuhi, menjelang datangnya bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Dengan demikian, Indonesia diharapkan terhindar dari ancaman inflasi.

"Pemerintah menyiapkan suplai yang cukup, (seperti) beras yang cukup, gula yang cukup," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2015).

Saat ditanya apakah kementerian-kementerian terkait sudah melaporkan persiapan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri kepadanya, dengan nada bercanda, Jusuf Kalla mengatakan pemerintah sudah sangat berpengalaman menghadapi hak itu.

"Kita kan sudah 70 tahun (meredeka), sudah mengurusi hal-hal itu, itu biasa saja," ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah meminta seluruh daerah untuk membuat anggaran operasi pasar, untuk menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Permintaan tersebut dilontarkan Presiden dalam rapat yang digelar di Istana Negara.

Joko Widodo dalam kesempatan itu juga juga memaparkan catatan pemerintah terkait inflasi, yakni komoditas penyumbang inflasi tertinggi adalah pada komoditas beras sebesar 4,02 persen, daging ayam 1,11 persen, daging sapi 0,65 persen, cabai merah 0,35 persen, dan bawang merah 0,48 persen.

Sejumlah faktor yang diduga membantu memicu tingginya inflasi antaralain, keterbatasan infrastruktur dan dampak dari naiknya harga bahan bakar minyak.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan target inflasi yang dipatok di angka 4 persen /- 1 persen sampai dengan 2017. Target inflasi itu diharapkan dapat mengimbangi angka inflasi di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand yang stabil di bawah lima persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini