News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dipimpin Mendag, Pemerintah akan Bentuk Tim Supervisi Ekspor

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Dermaga Terminal Peti Kemas Semarang, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/11/2014). Melemahnya nilai rupiah terhadap dollar AS beberapa pekan ini membuat para pengusaha Ekspor Impor merugi. Melemahnya rupiah hingga Rp 12.300 per dollar AS maka pengusaha Ekspor Impor harus mengeluarkan dana lebih untuk mendatangkan atau mengirim ke luar negeri. TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTIYAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah berencana membentuk tim supervisi ekspor, merespon instruksi Presiden Joko Widodo. Tim tersebut menurut Menteri Kordinator (Menko) Perekonomian, Sofyan Djalil, akan membantu agar pasar Indonesia lebih luas.

Sofyan mengatakan pembentukan tim tersebut diperlukan, mengingat kondisi ekonomi dunia yang tengah lesu, dan berdampak pada ekonomi Indonesia.

"Pak presiden ingin dalam keadaan ekonomi internasional yang sulit ini, kita harus mencari pasar-pasar yang tidak konvensional, negara-negara Afrika misalnya," kata Sofyan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin(3/8/2015).

Setiap negara memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Oleh karena itu dibutuhkan tim khusus untuk mengkaji kebutuhan-kebutuhan di negara-negara tersebut, yang bisa dipenuhi Indonesia.

"Kita lihat negara ini cocoknya apa, yang punya potensi pasar, itu kita fokuskan. Ada hambatan tertentu, nanti ada tim yang melihat, melakukan studi," jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa banyak potensi dari pasar-pasar yang selama ini tidak difokuskan oleh pemerintah. Ia mencontohkan bahwa nilai ekspor Indonesia ke Iran pernah mencapai 2,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS), namun kini hanya sekitar 500 juta dollar AS.

"Ini harus kita intensifkan untuk kita tingkatkan kembali. Kemudian pasar Turki, Asia Tengah, Afrika, Nigeria, Tanzania dan sebagainya," ujarnya.

Ia belum bisa memastikan kapan tim tersebut akan terbentuk. Namun Sofyan mengatakan tim itu direncanakan akan dipimpin oleh Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini