News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gejolak Rupiah

Dongkrak Rupiah, Pemerintah Harus Kendalikan Inflasi

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas teller melayani penukaran mata uang dolar AS dengan rupiah di Bank Mutiara, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat pasar uang PT Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar AS lebih dikarenakan adanya kabar kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

"Seluruh mata uang mengalami pelemahan terhadap dolar AS, jadi rupiah melemah, bukan karena persoalan internal (dalam negeri)," kata Lukman saat dihubungi Tribun, Jakarta, Senin (3/8/2015).

Hari ini, kurs tengah Bank Indonesia mencatat rupiah berada di level Rp 13.492 atau melemah 11 poin dari posisi sebelumnya Rp 13.481 per dolar AS.

Walau lebih dikarenakan faktor eksternal, Lukman tetap menyarankan pemerintah untuk dapat menekan inflasi di bawah 6 persen untuk mendorong perekonomian dalam negeri. Tercatat, inflasi secara tahun ke tahun, dari Juli 2014-Juli 2015 sebesar 7,26 persen.

"Inflasi itu harus ditekan di bawah 5 persen, setelah itu sudah tercapai pertumbuhan dalam negeri akan naik dan suku bunga (BI Rate) diturunkan. Kalau sekarang menaikkan menurunkan suku bunga rupiah akan lebih melemah," tutur Lukman.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini