TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat pasar uang PT Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar AS lebih dikarenakan adanya kabar kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).
"Seluruh mata uang mengalami pelemahan terhadap dolar AS, jadi rupiah melemah, bukan karena persoalan internal (dalam negeri)," kata Lukman saat dihubungi Tribun, Jakarta, Senin (3/8/2015).
Hari ini, kurs tengah Bank Indonesia mencatat rupiah berada di level Rp 13.492 atau melemah 11 poin dari posisi sebelumnya Rp 13.481 per dolar AS.
Walau lebih dikarenakan faktor eksternal, Lukman tetap menyarankan pemerintah untuk dapat menekan inflasi di bawah 6 persen untuk mendorong perekonomian dalam negeri. Tercatat, inflasi secara tahun ke tahun, dari Juli 2014-Juli 2015 sebesar 7,26 persen.
"Inflasi itu harus ditekan di bawah 5 persen, setelah itu sudah tercapai pertumbuhan dalam negeri akan naik dan suku bunga (BI Rate) diturunkan. Kalau sekarang menaikkan menurunkan suku bunga rupiah akan lebih melemah," tutur Lukman.
Baca tanpa iklan