TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Bank-bank BUMN melakukan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para debitur di Yogyakarta. Penyaluran dilakukan secara simbolis di Kampus Terpadu Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogjakarta, Jumat akhir pekan lalu.
Pada kesempatan ini, semangat yang diusung Bank-bank BUMN dalam penyaluran KUR adalah pemberdayaan ekonomi perempuan. Oleh karena itu, debitur KUR yang secara simbolis mendapatkan fasilitas KUR masing-masing bank adalah perempuan pemilik usaha berskala kecil, yaitu Sumiyati, Setia Rini, Rusni Wakhidah, Lilis Sumartini, Retno Dyah, dan Warnati dengan total fasilitas KUR senilai senilai Rp 235 juta.
Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni mengungkapkan, pemberdayaan perempuan melalui penyaluran KUR tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memenuhi agenda pembangunan yang digariskan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui SDGs, yaitu penghapusan kemiskinan, memajukan kesehatan, dan pendidikan.
"Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, antara lain kemiskinan dan diskriminasi perempuan," kata Baiquni dalam keterangan persnya.
Bank BUMN terus memberikan kontribusi pada setiap program pengucuran KUR secara bersama-sama sebagai bentuk sinergi yang solid dalam menyukseskan program KUR pemerintah.
Pola-pola sinergi ini akan mempercepat proses penyaluran KUR ke masyarakat yang membutuhkan.
Hingga 16 Maret 2016, KUR yang berhasil dikucurkan BNI di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) telah menyentuh 1.602 debitur dengan nilai maksimal kredit sebesar Rp 355,6 miliar.
Kucuran KUR di kawasan tersebut tergolong yang paling cepat dibandingkan wilayah-wilayah kerja BNI lainnya di Indonesia.
Penyaluran KUR BRI Kantor Wilayah Yogyakarta Rp 2,53 triliun dengan total debitur 117.491 hingga 15 Maret 2016. Penyaluran KUR Bank Mandiri khusus untuk Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini mencapai Rp 141,4 M dengan total debitur 3.450 debitur selama periode 2015-2016.