News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2016

Wapres JK: Bulan Ramadan Konsumsi Beras Turun Karena Orang Puasa

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla berikan sambutan pada acara Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2016, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jl. Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/4/2016). Dalam sambutannya, Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu menjelaskan, bahwa barang kerajinan harus mempunyai nilai ekonomis, selain mempunyai nilai seni. TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasokan beras dipastikan aman selama bulan suci Ramadhan.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) mengatakan konsumsi masyarakat akan beras justru turun selama Ramadhan karena umat Islam berpuasa.

"Kalau bulan Ramadhan orang tidak butuh beras banyak, malah kurang kan karena hanya dua kali makan," ujar Jusuf Kalla kepada wartawan di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (27/5/2016).

Bahan makanan yang perlu diantisipasi agar tidak langka di pasaran antara lain adalah telur, daging ayam dan daging sapi.

Karena selama Ramadhan konsumsi masyarakat akan bahan makanan tersebut akan melonjak, begitu juga pada hari raya Idul Fitri.

Hal itu terjadi salah satunya karena pada bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri umat Islam memasak masakan khas, seperti semur daging dan kue.

Masakan tersebut membutuhkan daging dan telur, sehingga permintaannya melonjak.

Kelangkaan pasokan akan menyebabkan lonjakan harga. Jusuf Kalla menyebutkan bahwa pemerintah siap untuk mengambil kebijakan impor, bila memang diperlukan.

"Kalau tidak bisa (dipasok dari) dalam negeri, ya impor," terangnya.

Fenomena tersebut terjadi setiap tahun. Wakil Presiden menilai hal itu adalah sesuatu yang wajar. Ia meminta masyarakat memaklumi hal tersebut, dan menganggapnya sebagai berkah untuk petani.

"Semacam hadiah lebaran lah kepada petani," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini