News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Agar Tak Jadi 'Sapi Perah' Pejabat, Bank DKI Harus Go Public

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRANSAKSI ONLAN - Petugas Bank DKI ketika melayani nasabah di sela-sela peluncuran Jakmobile di Jalan Wijaya II, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Senin (11/4/2016). Pada ulang tahun ke-55 ini Bank DKI meluncurkan aplikasi untuk transaksi nasabah Bank DKI secara onlan. Warta Kota/henry lopulalan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap Bank DKI dapat melakukan penawaran umum perdana (initial Public offring/IPO) saham pada awal 2018.

‎"Target 2018 awal atau akhir harus bisa go public (IPO), tapi sebelum go publik, obligasi dulu untuk lihat investor tanggapannya bagaimana," tutur Ahok, Jakarta, Jumat (3/6/2016).

‎Menurut Ahok, jika Bank DKI telah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) maka akan menjadi lebih profesional dan tidak dapat digangu oleh pihak-pihak tertentu yang ingin menyalahgunakan.

"Siapapun jadi gubernurnya, Bank DKI engak bisa digangu lagi, dulu kan jadi sapi perah atau tempat kredit main," ucapnya.

Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi menuturkan, langkah IPO akan membawa Bank DKI lebih terawasi karena diawasai banyak pihak yaitu masyarakat, pemegang saham, dan para wartawan.

"Ini masih studi, kalau IPO bank bisa tumbuh dan pemerintah akan lebih baik, karena akan banyak yang awasi, ada analis, regulator yang banyak sekali, stakeholder, masyarakat dan wartawan," tutur Kreno.

Bank DKI saat ini memiliki 33 unit kantor cabang konvensional, 3 kantor cabang syariah, 61 kantor cabang pembantu konvensional, 12 kantor cabang pembantu syariah, 91 kantor kas konvensional, 6 kantor kas syariah, 14 kantor fungsional dan 392 ATM.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini