Jika dibandingkan dengan akhir tahun 2015 tingkat NPL rata-rata berada pada level 2,4%.
Tapi untuk pertumbuhan pinjaman Andy meyakini masih naik seiring kuatnya pertumbuhan kredit disegmen mikro dan korporasi.
Berjalanya permintaan proyek infrastruktur juga merupakan kunci peningkatan kredit sektor inftrastruktur ke bank-bank BUMN.
”Kalau potensi naiknya inflasi dan suku bunga, diperkirakan akan sedikit menurunkan tingkat NIM,” kata Andy.
Sehingga Andy memilih saham untuk rekomendasi buy, BBRI dan BBTN ditarget harga masing-masing Rp 13.500 dan Rp 2.300.
Sementara, Hans merekomendasikan buy tiga bank yakni BBNI yang menjadi pilihan utama ditarget harga 5.850, diikuti BBRI Rp 13.100, dan BMRI Rp 12.100.
Reporter Emir Yanwardhana
Baca tanpa iklan