News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilkada Serentak

Pilkada Serentak 2018 Diyakini Tidak Sampai Ganggu Iklim Usaha

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, penyelenggaraan Pilkada Serentak di 171 daerah tahun depan tidak akan berdampak langsung pada iklim usaha di Tanah Air.

“Jika menilik sejarah dari 2004, Pemilihan Gubernur DKI, dan sekarang 2018 ada Pilkada, tidak ada gejolak sama sekali, apalagi tadi Kapolri sudah jamin, selama TNI dan Polri kompak, ekonomi membaik, mestinya insya Allah gak ada masalah,” ujar Tito di Gedung Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta.

Tito menambahkan, ajang Pilkada Serentak seharusnya tidak lagi ada gejolak karena sudah pernah melewati ajang pesta demokrasi sebelumnya.

Tito menggarisbawahi, secara kebetulan ajang Pilkada Serentak berbarengan dengan pembayaran pajak. Ajang pesta demokrasi itu digadang-gadang menelan dana sekitar Rp 45 triliun.

“Pilkada Serentak di 171 daerah biayanya hampir Rp 45 triliun bersamaan dengan pembayaran pajak. Ini saja yang mesti diantisipasi oleh perbankan. Tapi secara politik tidak terganggu,” tambah Tito.

Baca: BEI: Pembentukan Holding BUMN Tambang Hilangkan Hak Pemegang Saham Minoritas

Sebagai gambaran, Indonesia akan menggelar ajang pesta demokrasi tahun depan. 171 daerah yang tediri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada di 2018. Beberapa provinsi di antaranya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini