News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Empat Menteri Diminta Siapkan Daftar Barang Ekpsor untuk Tingkatkan Devisa

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Fajar Anjungroso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution saat ditemui ditemui di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (25/7/2018).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemerintah terus menyiapkan langkah untuk mengurangi defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) untuk menyelematkan nilai tukar rupiah.

Usai rapat di Istana Negara dengan Presiden Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan cara terbaru adalah menugaskan kepada empat menteri untuk membuat list produk yang akan digenjot tingkat ekspornya sesuai dengan bidangnya.

Pertama adalah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hatarto, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

"Artinya itu penugasan ke Mendag, Menperin Menteri esdm, untuk membuat rincian dari rencana penindakan ekspor dengan matrix komiditi apa tujuannya apa," ungkap Darmin saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2018).

Bocorannya barang yang akan dimaksimalkan ekspornya adalah hasil tambang seperti batu bara, perkebunan, serta manufaktur.

Darmin menambahkan sektor pariwisata juga akan dimaksimalkan sehingga menteri yang keempat ditugaskan adalah Menteri Pariwisata Arief Yahya juga diminta menyiapkan program wisata utnuk untuk menambah cadangan devisa negara.

"Yang namanya tambang kan ada batubara ya kan, kemudian ada di sumber daya alam yang lain yang menyangkut perkebunan juga ada, industri, manufaktur, makanya ditugaskan Mendag, Menperin, Menteri pariwisata dan ESDM," tutur Darmin.

Baca: Chopper Milik Adipati Dolken Bakal Disandingkan dengan Milik Jokowi

Para menteri diberikan waktu selama dua hari atau hingga Kamis untuk membuat daftar barang yang akan diajukan ke Presiden Jokowi.
  
"Mereka minta diberi waktu dua harian, jadi kita sudah punya daftarnya itu dalam beberapa hari kedepan," kata Darmin.

Besat defisit transaksi berjalan atau current account defisit pada kuartal II tercatat sebesar 3 persen.

Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya sebesar 5,7 miliar dolar AS atau setara 2,2 persen PDB.

Adapun, hingga semester pertama, defisit transaksi berjalan sebesar 2,6 persen PDB.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini