News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Faisal Basri: Jalan Tol Melancarkan Arus Mudik, Tapi Tidak untuk Transportasi Logistik

Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Faisal Basri

Laporan Reporter Kontan, Mochammad Fauzan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri menilai, infrastruktur tol yang tengah dibangun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini kurang efisien untuk menekan biaya logistik secara nasional. 

Faisal mengatakan, jika biaya logistik ingin turun sebaiknya diangkut lewat jalur laut. Menurutnya, kapal laut bisa membawa muatan yang lebih banyak dan dapat menjangkau ke berbagai kepulauan di Indonesia.

"Malah yang tadinya lewat laut sekarang lewat darat karena sudah ada tol," ujar Faisal, Kamis, (14/2/2019).

Faisal menambahkan, logistik akan turun dan Indonesia akan hebat apabila beralih akomodasi dari truk menggunakan kapal laut.

Menurutnya, mengenai pembangunan infrastuktur Indonesia belum berbasis maritim sebagai negara kepulauan, hal tersebut akan berdampak dengan stabilitas ekonomi dan harga barang.

"Itu jalan tol bukan solusi, kalau solusi untuk memperlancar mudik iya, tapi logistik nggak," Ujar Faisal, Kamis, (14/2/2019).

Baca: CEO Bukalapak Cuitkan Presiden Baru, Pendukung Jokowi Ramai Pasang Tagar #uninstallbukalapak

Meskipun demikian, pembangunan infrastruktur hingga sekarang ini seperti jalan tol Trans Sumatera dan tol Trans Jawa mampu safety cost distribusi. Namun, hal tersebut belum berdampak ke perekonomian nasional.

Faisal Basri memaparkan beberapa indikator masih mahalnya biaya logistik yakni, harga duku di sebuah minimarket Malang yang pada tahun 2018 mencapai Rp49.950/kg. Padahal, kata dia, di tempat asalnya, Pontianak, saat panen hanya Rp 5.000 per kg.

Menurutnya, yang terjadi saat ini pada buah lokal yang harganya lebih mahal ketimbang buah impor. Alasannya, buah impor diangkut lewat kapal laut yang menjadikan biaya logistiknya menjadi lebih murah.

"Mangga dari Brasil, jeruk dari China diangkut pakai kapal 20.000 ton sekali angkut. Maka ongkosnya nol bisa dibilang," ucapnya

Menurut Faisal, dengan adanya pembangunan infrastruktur berbasis maritim dengan memperkuat transportasi laut, sebab manfaat yang diterima akan memotong cost yang cukup siginifikan, harga komoditas pun nantinya akan merata di seluruh wilayah Indonesia. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini