TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Payfazz Teknologi Nusantara (Pasyfazz), platform layanan keuangan business to business (B2B) berbasis keagenan, hadir untuk membangun usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam perekonomian digital di Indonesia.
Head of Marketing Payfazz Putri Yulianti, mengatakan Payfazz yang merupakan platform layanan keuangan ini hadir untuk membantu masyarakat Indonesia, khususnya untuk membantu pengusaha UMKM yang tidak memiliki rekening bank.
"Masyarakat dapat melakukan transaksi jual-beli kebutuhan sehari-hari dengan cepat, kapanpun dan dimanapun," ucap Putri di Redaksi Tribunnews.com Selasa (22/10/2019).
Perusahaan fintech yang berdiri pada 2016 ini sudah memiliki 200 ribu pengguna aktif yang melakukan transaksi menggunakan PayFazz.
"Kami menargetkan 300 ribu agen aktif pada akhir tahun ini, sehingga Payfazz dapat terus tumbuh, dan dapat terus membantu masyarakat dalam hal layanan keuangan" ujar Putri.
Putri juga mengatakan, meski menggunakan konsep agen dan saat mengajak orang lain untuk menjadi agen PayFazz akan mendapatkan reward, tetapi Payfazz bukanlah multievel marketing (MLM).
"Kami tidak mewajibkan untuk melakukan perekrutan agen, dan reward yang kami berikan bukanlah seperti yang ada di MLM. Tetapi reward ini sifatnya hanya memotivasi agen itu sendiri," kata Putri.
Dengan menjadi agen Payfazz para pengusaha UKM dapat memasarkan produk mereka dalam bentuk online, dan agen ini dapat menjual pulsa, layanan pembayaran seperti tagihan listrik, hingga pemnayaran multifinance.
Lini Bisnis
Seperti diketahui, Payfazz telah melakukan berbagai ekspansi bisnis sehingga dibentuk grup usaha bernama Fazz Financial yang memiliki beberapa unit usaha, diantaranya yaitu Payfazz menjadi solusi pembayaran untuk masyarakat, khususnya yang belum memiliki rekening bank. Selain itu, ada Sellfazz, para pebisnis dapat memanfaatkan aplikasi kasir berbasis online dengan fitur lengkap.
Billfazz hadir untuk memberikan layanan keuangan dalam bentuk PPOB (Payment Point Online Bank) dan server pulsa. Sementara itu, agen yang ingin mengajukan kredit usaha secara digital untuk digunakan sebagai modal usaha produktif dapat menggunakan Loanfazz yang bekerja sama dengan peer-to-peer lending company, PT Modal Rakyat Indonesia.
Berdiri 2016
Payfazz didirikan pada 2016 oleh Hendra Kwik sebagai Chief Executive Officer Payfazz, Ricky Winata sebagai Chief Technology Officer Payfazz, dan Jefriyanto sebagai Chief Product Officer Payfazz.
Hendra merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), sedangkan Ricky dan Jefriyanto lulusan Binus University.
Saat ini, Payfazz telah didanai oleh investor asing, antara lain Insignia Ventures Partners, Y-Combinator, Tiger Global Management, dan DST Globak.
Baca tanpa iklan